Katoliknews – Seorang gadis berusia lima tahun asal Lexington, Ohio, bernama Elizabeth “Lizzy” Myers, kini sulit bermain dengan teman-teman seusianya lagi.

Hal itu terjadi sejak ia didiagnosa mengidap sindroma usher pada usia yang masih sangat dini. Penyakit tersebut disebabkan oleh terjadinya mutasi gen yang langka, yang membuat penderitanya secara perlahan tak bisa mendengar, hingga terjadinya kerusakan indra penglihatan.

Sebagaiaman dilasir Antara, Kamis, 7 April 2016 lalu, menurut hasil analisis dokter, gadis yang lahir dari keluarga Katolik tersebut bakal menjadi buta pada usia tujuh tahun.

Itu artinya, tinggal dua tahun lagi, dunia bakal tampak gelap bagi Lizzy.

Karena itu, sejak setahun yang lalu, orang tuanya mulai membuat daftar gambar untuk memperlihatkan objek kepadanya, baik benda maupun manusia. Hal tersebut penting, agar gadis kecil itu dapat mengingat benda atau orang yang pernah temui, ketika nanti sudah tak bisa melihat.

Dari sekian objek yang belum pernah dilihatnya, sosok Paus Fransiskus adalah salah satu pilihan yang paling dinantikan.

Harapan tersebut pun lantas diperjuangkan, hingga akhirnya pada Rabu 6 April, Lizzy berhasil bertemu dengan pemimpin umat Katolik tersebut di pelataran Basilika St. Petrus, Vatikan.

Pada pertemuan mengharukan itu, ia diberi tempat istimewa, hingga bisa mendapat gambaran jelas tentang sosok Paus Fransiskus.

“Ia adalah pria tinggi besar dengan topi putih” ungkapnya. “Ia meminta kami untuk berdoa baginya,” lanjutnya.

Lizzy juga mengatakan, Paus berjanji akan berdoa baginya.

Saat ini, indra pendengaran Lizzy sudah tidak berfungsi. Ia juga tinggal menghitung waktu, sampai akhirnya tidak dapat melihat lagi.

Bartolomeus Robyvan/Katoliknews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here