Para staf Ekopastoral Fransiskan bersama umat berdoa di mata air di Kampung Lamba, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai - Flores. (Foto: JPIC-OFM Indonesia)

Oleh: Fr Faris Jebada OFM dan Fr Charles Talu OFM

Kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian mata air kadang-kadang sangat terbatas. Indikator utamanya adalah ketidakpedulian masyarakat akan pelestarian pohon-pohon di sekitar mata air.

Masyarakat sering tidak menyadari relasi kausalitas antara berbagai unsur-unsur yang hidup di alam sekitarnya. Hal yang sangat sederhana adalah masyarakat tidak bisa menyadari hubungan antara hutan, mata air, tumbuh-tumbuhan, dan manusia.

Salah satu contoh adalah menebang dan tidak memelihara pepohonan di sekitas mata air. Padahal antara berbagai unsur-unsur hayati terdapat hubungan tang tak terpisahkan. Apalagi air adalah unsur yang sangat fundamental dalam struktur kehidupan.

Karena itu pada 21 Maret yang lalu Ekopastoral, bagian dari karya para Fransiskan di Pagal, Keuskupan Ruteng – Flores melalui bidang Animasi dan Bidang Konservasi menyelenggarakan Peringatan Hari Air di Kampung Lamba, Kecamatan Cibal Barat.

Kegiatan ini melibatkan masyarakat kampung Lamba, aparat desa, kecamatan  dan juga para staf Ekopastoral Fransiskan. Kegiatan Peringatan hari Air sedunia ini diisi dengan sosialisasi tentang hutan dan air yang diselenggarakan pada 15 Maret di rumah adatKampung Lamba, ibadat sabda di mata air, upacara adat di mata air dan penanaman pohon konservasi.

Harapannya, melalui kegiatan ini masyarakat semakin sadar bahwa menjaga dan merawat mata air adalah juga menjaga dan merawat kehidupan untuk mereka dan anak cucu mereka. Jangan mewariskan mata air kepada anak-cucu, tetapi wariskan mata air kepada mereka.

Hak Atas Air

Air adalah hak, bahkan hak asasi. Menjaga sumber air adalah menjaga agar hak akan air tetap terjaga abadi. Biarkan sumber air tetap terjangkau oleh setiap orang tanpa komersialisasi, tanpa monopoli dan tanpa privatisasi.

Peringatan hari air ini menyadarkan kita semua bahwa hak atas air dan terutama mata air yang ada itu adalah hak seluruh warga. Perayaan ini sekaligus kampanye melawan setiap bentuk privatisasi dan komersialisasi yang semakin marak terjadi di Manggarai akhir-akhir ini.

Kita tidak perlu bangga dengan hadirnya perusahaan-perusahaan air minum kemasan. Kita tidak perlu merasa istimewa jika di setiap acara disajikan produk air kemasan. Di samping menghasilkan sampah, kepekaan atas sumber air menjadi semakin hilang.

Peringatan hari air di mata air adalah sebuah kearifan yang perlu dijaga kesakralannya. Kesakralan ini akan hilang jika mata air itu diserahkan kepada perusahaan apapun dalilnya.

Air adalah kehidupan yg tak terpisahkan dengan seluruh sistem hidup dan kultur. Menjaga air adalah merawat sistem hidup dan kultur tetap utuh. Perayaan-perayaan kehidupan yang dirayakan secara adat juga seringkali melibatkan mata air. Maka, menjaga mata air adalah tugas semua orang. Menjaga mata air adalah menjaga kehidupan itu sendiri tetap lestari.

Fr Faris Jebada OFM dan Fr Charles Talu OFM bekerja pada Komisi JPIC OFM Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here