Pengurus Pusat PMKRI berfoto bersama Akbar Tandjung usai berdialog pada Rabu, 20 April 2016. (Foto: Andy Tandang)

Katoliknews.com –  Pada Rabu, 20 April 2016, Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) mengadakan silaturahmi ke kediaman Akbar Tandjung, mantan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PBHMI).

Dalam kesempatan tersebut, ia berpesan kepada PMKRI, sebagai salah satu anggota kelompok Cipayung untuk terus mengumandangkan nilai-nilai sebagaimana yang terkandung dalam visi dan misi Cipayung, yakni Indonesia yang Dicita-citakan.

Menurutnya, keberadaan kelompok Cipayung telah meletakkan dasar dan melahirkan pemikiran-pemikiran tentang Indonesia masa depan yang dicita-citakan.

“Menurut saya. nilai-nilai yang dicita-citakan harus terus dikumandangkan untuk selalu dikembangkan,” ungkapnya.

Indonesia yang dicita-citakan, menurutnya, bersumber dari tujuan nasional bangsa Indonesia sebagaimana yang tercantum dalam pembukaan UUD RI Tahun 1945 alinea keempat, yakni melindungi bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Tujuan inilah, menurut dia, yang kemudian diterjemahkan dalam visi dan misi kelompok Cipayung.

Terkait dengan arah gerak Cipayung, mantan Ketua DPR RI ini mengatakan bahwa terdapat perbedaan dalam aktualisasi perjuangan antara zaman orde baru dan pasca reformasi.

Karena itu, ia mengajak kelompok Cipayung untuk mampu menerjemahkan perkembangan dan perubahan zaman secara dinamis.

“Aktualisasi dari perhatian terhadap kehidupan berbangsa tentu berbeda. Orde baru fokusnya pada pembangunan dan meningkatkan kesejahteran rakyat, sedangkan reformasi lebih menekankan pada pertumbuhan ekonomi yang menghasilkan pemerataan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Dalam menghadapi perkembangan dan perubahan, menurutnya, perlu ada  penguatan kapasitas setiap anggota Cipayung.

Perubahan, kata dia, adalah sesuatu yang niscaya. “Suka atau tidak suka, perubahan itu tetap ada, karenanya kita harus melakukan berbagai inovasi-inovasi untuk mengikuti perubahan-perubahan itu”, ungkapnya.

Akbar Tanjung juga akan mengadakan program sekolah kepemimpinan politik bangsa bagi kelompok Cipayung. Program ini mempelajari berbagai persoalan-persoalan politik dalam perspektif kebangsaan serta menjadi tempat untuk mempersiapkan kader-kader bangsa.

Tema-tema yang disuguhkan, menurut dia, antara lain politik, demokrasi, Pancasila, konstitusi dan etika politik.

Ia mengharapkan partisipasi dari kelompok Cipayung untuk mengikuti sekolah kepemimpinan politik tersebut.

Ketua PP PMKRI, Angelus Wake Kako mengapresiasi program itu yang akan dimulai pada Mei mendatang ini.

“Saya akan mengirim beberapa pengurus untuk mengambil bagian dalam program ini”, katanya.

Andy Tandang/Katoliknews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here