Gereja Katolik Stasi St Yosef Medan, Sumatera Utara yang menjadi lokasi bom bunuh diri pada Minggu, 28 Agustus 2016. (Foto: Ist)

Katoliknews.com – Pelaku teror bom di Gereja Katolik Santo Yosep, Medan, Sumatera Utara, Ivan Armadi Hasugian (IAH), divonis lima tahun dua bulan penjara di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur.

Ia dijerat dengan Undang-undang Nomor 9/2013 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana terorisme.

Sebagaimana di lansir Sumut Pos, Minggu 9 Oktober, sidang berlangsung tertutup karena IAH masih tergolong anak di bawah umur. Sidang digelar dengan sistem peradilan anak.

“Vonis digelar di PN Jakarta Timur pada hari Selasa, 4 Oktober 2016,” kata Rizal Sihombing selaku tim kuasa hukum IAH.

Sebagaimana dilaporkan, IAH melakukan aksi teror bom di Gereja Santo Yosep, pada Minggu pagi, 28 Agustus 2016, sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, ia diketahui membawa ransel berisi bom rakitan.

Saat kejadian, bom yang dibawa IAH gagal meledak, tasnya hanya mengeluarkan percikan api. IAH lalu mengeluarkan senjata tajam dan menyerang Pastor Albert Pandingan yang saat itu tengah memimpin misa.

Roby Sukur/Katoliknews