Polisi berjaga di TKP Mapolda Sumut pasca serangan (Foto: detik.com)

Katoliknews.com – Pengurus Pusat Pemuda Katolik mengecam aksi teror yang terjadi di Mapolda Sumatera Utara pada Minggu, 25 Juni 2017.

Dilansir Beritasatu.com, aksi teror yang menyebabkan satu anggota Polda Sumut meninggal dunia itu dinilai Pemuda Katolik sebagai tindakan biadab dan tidak berperikemanusiaan.

“Kita kutuk aksi penyerangan di Mapolda Sumut dan juga menyampaikan belasungkawa kepada korban dan keluarganya serta keluarga besar Polri,” ujar Sekretaris Jenderal PP Pemuda Katolik Christopher Nugroho di Jakarta, Minggu (25/6).

Pemuda Katolik, kata Christopher, mendukung penuh langkah pihak kepolisian dalam mengusut tuntas para pelaku teror sampai di sel-sel terkecilnya, namun dia menilai upaya menuntaskan teroris tidak bisa diserahkan kepada pihak kepolosian semata.

“Kita tidak bisa hanya menyerahkan masalah terorisme kepada pihak kepolisian, Densus 88 atau TNI, perlu kerja sama lembaga dan instansi terkait untuk mematikan langkah para teroris,” kata dia.

Selain itu, lanjut dia, partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk bersama-sama pihak kepolisian memberantas dan mencegah terorisme.

“Yang terpenting juga adalah bagaimana membentengi masyarakat dari ideologi-ideologi terorisme sehingga tidak menjadi bagian dari gerakan terorisme. Dalam hal ini, penguatam ideologi Pancasila dan nilai-nilai toleransi, kebangsaan dan persatuan perlu dilakukan segera dan harus menyentuh sampai lapisan masyarakat,” pungkas dia.

Seperti yang dilaporkan, Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Mapolda Sumut) di Jl Medan – Tanjung Morawa, diserang dua orang pria diduga teroris, Minggu (25/6) dini hari.

Penyerangan itu membuat seorang petugas jaga, Aiptu M Sigalingging dilaporkan tewas, sementara dua terduga teroris berhasil dilumpuhkan, satu meninggal di tempat kejadian dan satu lagi dalam kondisi kritis.

Kejadian penyerangan oleh kelompok terduga teroris ini menghebohkan masyarakat di daerah tersebut.

Penyerangan terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, saat memasuki perayaan Idul Fitri 1438 Hijriah.

 

Yustinus Paat/JTP/Katoliknews

Komentar