Perbedaan keyakinan dan iman tidak menyurutkan umat beragama Kristen turut mengawal perayaan lebaran Idulfitri 1439 Hijriah di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Pemuda Katolik siap ikut mengamankan salat id dan bersih-bersih sisa sampah selepas salat id di Masjid Sabilal Muhtadin.

Seorang tokoh Pemuda Katolik Keuskupan Gereja Kathedral Banjarmasin, Gerardus Wedo, mengatakan pemuda Katolik selalu hadir di tengah momentum puasa dan salat Ied ketika hari pertama Idulfitri.

“Setiap Hari Raya Idulfitri, pemuda Katolik jaga di Masjid Raya Sabilal Muhtadin dan membersihkan tempat sehabis salat. Sudah 3 tahun ini kami lakukan,” ujar Gerardus Wedo ketika Diskusi dan Buka Puasa Antariman di Gereja Kathedral Banjarmasin, Senin, 4 Juni 2018, sebagaimana dilansir¬†Kumparan.com.

Menurut Gerardus, perbedaan agama tidak menghalangi antar umat beragama di Banjarmasin saling bergandengan tangan dan menjalin persaudaraan sebagai sesama anak bangsa.

“Tiga hari yang lalu kami pemuda Katolik membagikan takjil di seputaran Jalan Lambung Mangkurat. Kegiatan ini bukan yang pertama kalinya,” kata Gerardus.

Ia berpendapat, semua agama pada dasarnya mengajarkan kebaikan, cinta kasih, dan kedamaian. Gerardus meyakini serentetan kejadian bom di Surabaya bukan atas dasar perintah agama, sebab tak ada ajaran agama untuk melakukan pembunuhan.

Untuk menjaga hubungan antar iman di Kota Banjarmasin, kata Gerardus, salah satunya dilakukan dengan diskusi dan buka puasa bersama.

“Tujuan kita menggelar acara ini untuk membuka wawasan agama dan memperkuat ke-Indonesia-an. Ini perlu melihat situasi kondisi akhir-akhir ini hubungan antar iman anak bangsa ingin dirusak oleh kejadian (bom) seperti di Surabaya,” ujar Gerardus.

Komentar