Peserta tengah menyalakan lilin sebagai tanda komitmen menolak hukuman mati. (Foto: Katoliknews).

Labuan Bajo, Katoliknews.com – Komunitas Sant’Egidio, Labuan Bajo, Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) mengadakan aksi damai menolak hukuman mati di Labuan Bajo, pada Jumat, 30 November 2018.

Sant’Egidio merupakan komunitas awam kristiani yang lahir di Roma, Italia pada tahun 1968. Pendirinya juga seorang awam bernama Andrea Riccardi.

“Aksi damai dan seruan penolakan hukuman mati ini memang hanyalah sebuah langkah kecil dalam upaya kita memperjuangkan penghapusan hukuman mati di Indonesia,” kata Penanggung Jawab Sant’Egidio Labuan Bajo, Yen Asmat, kepada  Jumat malam, 30 November 2018.

Salah satu anggota Sant’Egidio Labuan Bajo membagikan selebaran anti hukuman mati kepada warga di pinggir jalan yang dilalui massa aksi damai.

“Saya bersyukur dan bangga sekali, walaupun usia Sant’Egidio Labuan Bajo masih sangat muda, tetapi mampu menggelar acara ini yang tentunya sangat membangun. Dan, melalui acara ini, kami bisa menyerukan dan mengambil bagian dalam kampanye city for life“, tambahnya.

Sementara, Pembina Sant’Egidio Labuan Bajo, Pastor Lorensius Gafur, SMM, dalam sambutannya kembali menegaskan sikap Gereja Katolik tentang hukum mati yang hingga hari ini konsisten menolak.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kegiatan ini menginspirasi dan memberikan kesadaran baru bagi warga Labuan Bajo. Mari kita memulai, saat ini, di sini untuk mencintai kehidupan dan keadilan,” katanya.

Mengakhiri aksi damai itu, berbagai kegiatan digelar, antara lain, sambutan dari berbagai komunitas yang juga mengambil bagian dalam aksi ini, Gerakan Pemuda Pelajar Manggarai Barat (GP2MB), Komunitas Pemuda Anti Radikalisme (Kope Arat), Pemuda Katolik Mabar serta Komunitas Rumah Kreasi Baku Peduli.

Lalu dilanjutkan dengan doa bersama serta pembakaran lilin pengukuhan penolakan terhadap hukuman mati serta ditutup dengan nyanyi-nyanyian.

Massa aksi tetap setia berorasi mengelilingi kota Labuan Bajo walaupun diguyur hujan. (Foto: Katoliknews).

Selama ini, berbagai kegiatan rutin juga telah djalankan Komunitas Sant’Egidio Labuan Bajo. Seperti pelayanan untuk anak-anak penyandang disabilitas di Biara Bruderan Mob, Cowang Dereng setiap hari Sabtu serta pelayanan di Panti Lansia Susteran Iottongnae, Wae Sambi, Labuan Bajo.

Aksi ini merupakan gerakan simbolis mengenang langkah progresif Region Tuscany, yang berada di bawah pemerintahan Kota Roma, Italia, di mana pertama kali dalam sejarah dunia, yakni pada 30 November 1786 silam, menghapus hukuman mati.

Dan, dengan semboyan, “Cities for Life, Cities Against Death Penalty, atau Kota untuk Kehidupan, Kota Menolak Hukuman Mati”, setiap tanggal 30 November, sejak tahun 1998 lalu, Komunitas Sant’Egidio di seluruh dunia mulai mengkampanyekan gerakan menolak hukuman mati.

j-ar/Katoliknews

 

Komentar