Karolin Margaret Natasa, Ketua PP Pemuda Katolik saat membuka Rapimnas II PK di Hotel Padjajaran Bogor, Jumat, (27/10/2017).

Kupang –  Organisasi Pemuda Katolik (PK) menggelar Kongres XVII di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), di mana salah satu agendanya adalah pemilihan ketua umum yang baru.

Rangkaian cara dimulai pada hari ini, Jumat, 7 Desember 2018 dan berakhir pada Minggu.

Chrisptopher Nugroho, Sekretaris Jenderal PK mengatakan mereka sangat berharap Presiden Joko Widodo bisa hadir, terutama pada Sabtu esok, dalam seremoni pembukaan kongres.

Ia menjelaskan, pihaknya sudah mengirimkan surat undangan resmi ke istana dan sampai saat ini masih melakukan komunikasi.

Kehadiran Presiden Jokowi, kata Christ, sangat penting dan bermakna untuk menyapa para kader PK dari seluruh Indonesia peserta kongres dan masyarakat NTT yang menjadi tuan rumah kongres.

“Kita tentu ingin mendengarkan langsung Pak Jokowi menyampaikan pesan-pesan kebangsaan dan bersamaan. Kita juga akan menyampaikan secara langsung apa dan bagaimana Pemuda Katolik berkontribusi untuk bangsa dan negara,” ujar Chris saat konferensi pers di Hotel Swiss-Belinn Kristal, Kupang, Kamis kemarin, seperti dikutip Floresa.co.

Lebih lanjut, ia mengatakan, jika Presiden Jokowi tidak bisa hadir secara fisik, mungkin bisa hadir dalam bentuk lain, seperti digantikan oleh salah satu menterinya.

Sementara Ardy Susanto, ketua pengarah mengatakan, kongres ini akan dihadiri oleh 300 lebih para kader PK dari seluruh provinsi dan kabupaten se-Indonesia.

Kegiatan nasional ini, katanya, mengusung tema “Mewujudkan Peran dan Kepemimpinan Pemuda dalam Memajukan Kesejahteraan Umum”.

“Dengan tema ini, kita nanti akan mengevaluasi kegiatan-kegiatan atau program kita selama ini dalam mewujudkan kesejahteraan umum dan merumuskan langkah-langkah konkret apa ke depannya,” tutur Ardy.

Ia menjelaskan, kongres merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi PK yang diselenggarakan tiga tahun sekali. Melalui kongres, PK akan mengevaluasi dan merumuskan program dan kebijakan organisasi baik internal dan eksternal.

“Selain itu, melalui forum kongres akan dilakukan juga pemilihan ketua umum baru,” kata dia.

Rangkaian kegiatan Kongres akan dimulai Jumat pagi dengan acara penyerahan bantuan ke Panti Asuhan Susteran Alma di Baumata, Kabupaten Kupang, kemudian dilanjutkan dengan pertemuan dengan mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya di kediamannya.

Pada hari yang sama, juga akan dilakukan seminar nasional dengan menghadirkan pembicara tokoh-tokoh nasional seperti Menteri ESDM Ignatius Jonan, Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen dan Keamanan Komjen Pol Gories Mere, Komisaris Utama PT Taspen Franky Sibarani dan Bupati Jayapura Matius Awoitouw.

“Malam kita dinner dengan Gubenur NTT, Pak Viktor Laiskodat dan Forkopimda Provinsi NTT di RM Bukit Intan, Kupang,” ungkap Ardy.

Pada hari Sabtu, 8 Desember 2018, kongres akan diawali dengan Misa oleh Uskup Agung Kupang, Mgr Petrus Turang di Ballroom Millenium, Kota Kupang, lalu  dilanjutkan dengan pembukaan kongres oleh Presiden Jokowi atau yang mewakili.

“Setelah pembukaam akan dilanjukan dengan sidang-sidang internal Pemuda Katolik sampai dengan pemilihan ketua umum baru. Kongres akan ditutup pada Minggu, 9 Desember 2019. Kita doakan semoga semuanya berjalan lancar dan aman,” pungkas Ardy.

Karolin Margret Natasa, Ketua Umum PP Pemuda Katolik.

Saat ini, Pemuda Katolik dipimpin oleh Karolin Margret Natasa, yang terpilih pada Kongres XVI di Batam pada tahun 2015.

Karolin, yang kini menjadi Bupati Landak, Kaimantan Barat dikabar bakal maju lagi untuk periode kedua.

Katoliknews

Komentar