Paus Fransiskus mengajak anak-anak migran untuk menaiki mobilnya pada Rabu, 15 Mei 2019. (Foto: Ist)

Paus Fransiskus kembali menunjukkan sikapnya yang ingin merangkul para migran dan menegaskan sikap Gereja Katolik yang ingin berdiri bersama mereka.

Baru-baru ini, Paus kelahiran Argentina itu mengajak delapan anak migran yang baru saja tiba di Italia untuk menaiki mobilnya yang populer disebut popemobile.

Daily Mail melaporkan pada Kamis, 16 Mei 2019 bahwa Paus menjemput anak-anak itu yang berasal dari Suriah, Nigeria, dan Kongo pada audensi mingguan Rabu lalu.

Dia meluncur di sekitar Lapangan Santor Petrus menuju podium di depan Basilika. Kemudian, dia meminta pengemudi untuk berhenti agar anak-anak dapat naik dan duduk di kursi belakang popemobile.

Alessandro Gisotti, Direktur sementara Kantor Pers Takhta Suci mengatakan, beberapa anak tiba di Italia dari Libya melalui program “Koridor Kemanusiaan” pada 29 April lalu. Sementara yang lain mencapai pantai Italia dengan kapal migran beberapa bulan lalu.

“Selamat datang. Lindungi, promosikan, dan integrasikan,” demikian bunyi tulisan pada kaus yang dikenakan anak-anak migran.

Beberapa dari mereka melambaikan tangan, sementara yang lain mengacungkan jempol sebelum mengucapkan selamat tinggal pada paus dengan pelukan dan sambil berfoto selfie.

Paus Fransiskus sedang bersama anak-anak migran di mobilnya pada Rabu, 15 Mei 2019. (Foto: (AP/Andrew Medichini)

Menurut Vatican News, proyek Koridor Kemanusiaan bertujuan menghindari perjalanan migran di atas kapal di Mediterania.

Proyek ini mematuhi semua persyaratan keamanan nasional Italia karena penerbitan visa yang harus memenuhi semua ketentuan otoritas.

Setelah berada di Italia, para pengungsi tinggal di rumah-rumah dan diberi pelajaran bahasa Italia, anak-anak disekolahkan, dan orang dewasa mencari kerja.

Sikap Paus Fransiskus ini berseberangan dengan pemerintah Italia yang bersikeras menolak para migran.

Simbol keperpihakan Paus Fransiskus pada kelompok migran, yang memilih meninggalkan kampung halaman mereka karena kondisi yang sulit, sering ia tunjukkan.

Pada April lalu, ia menyumbangkan 500.000 dollar AS atau sekitar Rp 7,2 miliar untuk migran di perbatasan AS-Meksiko.

Sebelumnya, pada 2016, ia juga membawa 12 pengungsi Suriah ke Italia dengan pesawat resminya setelah menyelamatkan mereka dari sebuah kamp di Lezboz, Yunani.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here