Polisi di Malaysia menyatakan bahwa militan ISIS yang baru saja mereka tangkap berencana melakukan serangan terhadap gereja di Yogyakarta. (Foto: Ist)

Pengamanan terhadap rumah-rumah ibadah tampaknya mesti diperketat dan kewaspadaan tetap dijaga terhadap kemungkinan adanya serangan teror, yang bisa terjadi kapan saja.

Setelah serangan terhadap jemaat Gereja di Sri Langka pada Minggu Paskah kali lalu, dan sebelumnya terhadap umat Muslim di Christchurch Sri Langka, pada Jumat, 17 Mei 2019, polisi di Malaysia menyatakan bahwa militan ISIS yang baru saja mereka tangkap berencana melakukan serangan terhadap gereja di Yogyakarta.

Laporan The Star dan AFP yang mengutip Abdul Hamid Bador, Kepala Kepolisian Malaysia Serangan menyebutkan bahwa dua orang yang ditangkap pada 14 Mei itu – Muhammad Syazani Mahzan (27) dan Muhamad Nuurul Amin Azizan (27) – juga diduga berencana menyerang tempat ibadah warga minoritas di Malaysia.

Mereka, kata dia, pernah belajar merakit bom bersama kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Yogyakarta pada tahun 201.

Ia juga menambahkan mereka pernah melakukan pengintaian terhadap sejumlah gereja di Yogyakarta.

“Kedua tersangka telah meninjau sejumlah gereja di Yogyakarta, Indonesia untuk melancarkan serangan,” sebut Abdul Hamid dalam pernyataannya.

Tidak disebut lebih lanjut berapa lama dua tersangka asal Malaysia itu berada di Yogyakarta dan kapan mereka kembali ke Malaysia.

Dua tersangka asal Malaysia itu ditangkap di Kuala Muda, Kedah.

Abdul Hamid menyatakan bahwa mereka ditangkap setelah menyerahkan diri ke polisi, usai keluarga mereka bersedia bekerja sama dengan otoritas Malaysia.

Selain dua tersangka asal Malaysia, polisi Malaysia juga menangkap satu warga Indonesia pada hari yang sama, yang bernama Nuruddin Alele alias Fatir Tir (34).

Warga yang ditangkap di Banting, Selangor itu disebut sebagai anggota sel ‘kawanan serigala’ terkait ISIS yang dicurigai merencanakan serangan teror dan pembunuhan saat bulan suci Ramadhan.

Kepolisian Malaysia menyebut Nuruddin Alele diradikalisasi setelah diperkenalkan dengan ideologi ISIS saat dia dipenjara selama 5 tahun di Surabaya.

Tidak disebut lebih lanjut pelanggaran hukum apa yang membuatnya dibui.

Masih Terus Terjadi

Setelah serangan brutal di Sri Lanka yang menyasar umat Kristen, aksi teror terbaru terjadi pada Senin, 15 Mei di Burkina Faso, di mana empat orang sedang mengikuti prosesi mengusung Patung Bunda Maria tewas karena diberondong peluru oleh orang tidak dikenal.

Dilansir AFP,  insiden itu terjadi ketika kegiatan parade di Kota Ouahigouya.

Menurut penuturan saksi, para teroris itu terlebih dulu memisahkan anak-anak dari rombongan, lantas mengeksekusi orang dewasa.

“Sekelompok teroris mengadang arak-arakan dan melepaskan tembakan, menewaskan empat jemaat dan membakar patung itu,” kata perwakilan Katedral Ouagadougou.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here