Uskup Agung Semarang, Mgr Robertus Rubiyatmoko bersama rombongan berkunjung ke sejumlah pesantren. (Foto: Nu.or.id)

Katoliknews.comUskup Agung Semarang, Mgr Robertus Rubiyatmoko mengunjungi sejumlah pesantren sebagai bagian dari upaya memelihara relasi yang harmonis dengan saudara-saudari Muslim.

Ia bertandang ke empat pondok pesantren di Semarang dan Salatiga pada momen Hari Raya Idul Fitri, demikian menurut Romo Aloysius Budi Purnomo, Kepala Campus Ministry Unika Soegijapranata yang pernah menjadi Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang.

Keempat pesantren itu adalah Al Islah Tembalang Semarang, Qoryah Thayyibah Kali Bening Salatiga, PPTI Al Falah Salatiga dan Edhi Mancoro Gedangan, Kabupaten Semarang. 

“Itu adalah rangkaian silaturahim sesudah silaturahmi ke Masjid Agung Jawa Tengah, Pemkot Semarang dan Mapolda Jateng,” kata Romo Budi, Minggu, 9 Juni 2019 seperti dikutip Nu.or.id.

Menurut Romo Budi, silaturahim bertujuan merajut persahabatan dan persaudaraan dengan umat Islam. 

“Hari Raya Idul Fitri menjadi momentum indah dalam rangka silaturahim,” tuturnya.

Pondok pesantren yang dikunjungi, lanjutnya, memberikan sambutan istimewa. 

“Keramahan, keterbukaan dan kebersamaan mereka demikian indah,” bebernya. 

Menurutnya, pesantren menjadi kawah candradimuka dalam mendidik kader muda Islam, menanamkan ilmu agama, dan mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia  serta memelihar spirit Bhinneka Tunggal Ika.

“Dalam silaturahim kami sepakat untuk terus bekerja sama dalam rangka menjaga NKRI dan mewujudkan hidup bersama yang rukun dan damai,” tandasnya.

Dia menerangkan, di Al-Islah, rombongan Mgr. Rubi diterima KH Amin Budi Harjono dan keluarga dengan sajian Tari Sufi. Di Qoryah Thayyibah, rombongan disambut Kang Bahruddin dan keluarga. Selanjutnya di Al Falah, Mgr Rubi disambut oleh Nyai Hajah Latifah Zoemri, Siti Rofiah, Siti Halimah dan KH Maksum yang memainkan harmonika dan Sholawat dalam melodi “Gloria”. Sementara di Ponpes Edi Mancoro, rombongan diterima oleh Gus Hanif. 

Selain Romo Budi yang mnejadi pengantar dan penghubung dengan pesantren, ikut serta dalam rombongan adalah Kuria Keuskupan Agung Semarang, yakni YR Edy Purwanto Pr (Wakil Uskup/Vokjend), Andre MSF (Sejend), Ign Aria Dewanto SJ (ekonom), Ant. Budi Wihandono Pr (Vikep Semarang), dan Herman Joseph Singgih Pr selaku Pastor Paroki Katedral Semarang. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here