Paus Fransiskus merayakan Misa pada Selasa pagi, 11 Juni 2019. (Foto: Vaticannews.va)

Katoliknews.comPaus Fransiskus mengingatkan bahwa Tuhan memberikan rahmat-Nya kepada kita dengan cuma-cuma dan karena itu kita mesti berlaku demikian juga kepada orang lain.

Berbicara dalam Misa harian, Selasa pagi, 11 Juni 2019, ia mengatakan, “berikan secara cuma-cuma apa yang telah kamu terima secara cuma-cuma.”

Dalam pesannya itu, ia juga menyinggung para uskup dan pastor, mengajak mereka untuk memberi secara cuma-cuma dan tidak mencoba menjual rahmat Tuhan.

“Menyakitkan,” katanya, ketika kita melihat para pastor “yang menghasilkan uang dari (menjual) rahmat Tuhan, (dengan mengatakan) Saya dapat membantu Anda, tetapi akan membutuhkan biaya seperti ini,’” katanya, seperti dikutip Vaticannews.va.

Ia mengingatkan, dalam kehidupan rohani kita, kita memang selalu menghadapi risiko tergelincir pada masalah menuntut bayaran.

“Bahkan ketika berbicara dengan Tuhan, seolah-olah kita perlu menyuap Tuhan. Tidak! Itu bukan jalan yang benar,” tegasnya.

Ia mengatakan, yang dibutuhkan untuk menerima rahmat Tuhan adalah keterbukaan hati, sehingga rahmat yang ingin Dia berikan kepada kita dengan cuma-cuma dapat masuk ke dalam hati kita.

Dia mengatakan keselamatan tidak dapat dibeli, karena Tuhan “menyelamatkan kita secara cuma-cuma” dan “tidak memerlukan bayaran”.

“Sadarilah bahwa Tuhan penuh berkah untuk kita. Dia hanya meminta satu hal: agar hati kita terbuka,” katanya.

Ia juga mengingatkan orang Kristen agar memahami dengan baik arti matiraga dan berdoa.

“Seringkali ketika kita membutuhkan rahmat, kita berkata, ‘sekarang saya akan berpuasa, bertobat, berdoa novena …’ Itu baik, tetapi hati-hati: ini tidak dilakukan untuk ‘membayar’ atau ‘membeli’ rahmat. Kita melakukannya untuk membuka hati kita agar rahmat bisa masuk.”

BACA JUGA: Pesan Pentekosta Paus Fransiskus: Biarkan Roh Kudus Mengubah Diri Kita

Ia juga mengingatkan bahwa inti kehidupan orang Kristen adalah melayani orang lain dan bukan memanfaatkan orang lain.

Paus menyatakan bahwa “kita dipanggil untuk melayani dan mencintai saudara-saudari kita dengan cara yang sama seperti yang telah Tuhan lakukan terhadap kita.”

1 KOMENTAR

  1. Penyakit lama yang pernah menjadi biang munculnya gereja reformasi hampir 502 tahun lalu ini sering menjadi perbincangan di kalangan umat Katolik. Bahwa para pelayan gereja sering memiliah milih pelayanan terhadap umat yang miskin dan yang kaya, Atau dalam bentuk lainnya, pelayanan dalam bentuk sakramen babtis atau komuni kudus harus lebih dahulu melunasi sejumlah uang dalam bentuk dana solidarita atau lainnya. Kalau Bapak Paus menegaskan seperti ini, sebenarnya mengingatkan gereja lokal untuk terus berefleksi agar memberikan pelayanan yang terbaik sebagaimana yang ditunjukkan oleh Sang Juruselamat Yesus Kristus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here