Pastor Augustus Tolton, imam yang lahir dari keluarga budak di Amerika Serikat kini dalam tahap proses menjadi santo. (Foto: Vaticannews.va)

Katoliknews.com – Pastor Augustus Tolton termasuk di antara delapan orang yang sedang berada dalam proses menuju gelar orang suci.

Langkah menunju kanonisasinya yang mendapat persetujuan dari Paus Fransiskus telah diumumkan oleh Kongregasi Vatikan bagi Penyebab Penganugerahan Gelar Orang Suci.

Ada hal yang menarik dari sosok ini, sebagaimana dilansir Vaticannews.va.

Agustus Tolton adaah seorang imam dari keturunan budak di Amerika Serikat, yang ditahbiskan pada tahun 1886. Ia tercatat sebagai imam pertama di negara itu yang berasal dari ras berkulit hitam.

Tolton lahir dari keluarga budak di Mussouri tahun 1854. Ia mengenyam pendidikan menjadi imam di Roma dan ditahbiskan di Basilika St. John Lateran di usia 31 tahun.

Setelah menjadi Imam, Pastor Tolton memutuskan kembali ke Amerika untuk melayani warga berkulit hitam yang saat itu menjadi budak, khususnya di Chicago.

Tolton dikenal dengan talentanya di bidang musik, di mana ia piawai bermaian akordion dan memiliki suara merdu. Disapa sebagai ‘Good Father Gus’ ia dengan cepat menjadi terkenal karena kefasihan saat berkhotba. Media menyebutnya sebagai “pembicara yang fasih dan berwibawa.”

Tahun 1897, Pastor Tolton mulai sakit dan kelelahan. Pada 8 Juli di tahun yang sama, ia mendadak mengalami serangan demam yang luar biasa hingga akhirnya meninggal di usia 43 tahun.

Nama Pastor Tolton awalnya diminta untuk kanonisasi oleh Keuskupan Agung Chicago pada tahun 2010.

Pada 12 Juni 2019, Paus Fransiskus lalu mengakui ‘kebajikan heroik’ Pastor Tolton, dan menempatkan namanya menuju gelar santo.

BACA JUGA: Bagaimana Proses Memberi Gelar “Orang Kudus” dalam Katolik?

Keuskupan Agung Chicago membuat website khusus, yang menjelaskan tahap-tahap perjalanan menuju gelar suci Pastor Tolton, termasuk informasi sejarah hidupnya, sejumlah video dan berbagai informasi penting tentang kehidupannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here