Uskup Agung Michel Aupetit, kedua dari kiri, mempersembahkan Misa pada hari Sabtu, 15 Juni di kapel samping Notre-Dame. Rekonstruksi Notre-Dame sedang berlangsung. (Foto: New York Times)

Katoliknews.comUskup dan para imam mengenakan helm kerja saat merayakan Misa pada Sabtu, 15 Juni di Katedral Notre-Dame, Misa pertama sejak ikon Perancis itu hancur akibat kebakaran pada bulan April.

Umat yang juga memakai helm hanya dibatasi sekitar 30 orang untuk menghadiri Misa itu karena alasan keamanan. Misa yang berlangsung khysuk itu disiarkan kepada publik melalui YouTube.

Lewat kamera, masih terlihat jelas tumpukan kayu yang hangus, sisa dari balok-balok kayu yang saling bertautan di loteng, dan lubang-lubang besar yang menganga di lemari besi, sebagian disebabkan oleh jatuhnya menara.

Rekonstruksi Notre-Dame sedang berlangsung. Sekitar 150 orang sekarang bekerja di situs tersebut, demikian menurut The New York Times.

Menteri Kebudayaan Perancis, Franck Riester, mengatakan pada hari Jumat di televisi Prancis bahwa katedral itu masih “dalam keadaan rapuh,” di mana masih ada sejumlah bagian yang kemungkinan bisa runtuh.

Sumbangan untuk pembangunan kembali terus berdatangan, meskipun hanya sebagian kecil dari $ 950 juta yang ditargetkan.

Uskup Agung Paris, Mgr. Michel Aupetit yang memimpin Misa mengatakan, “mereka yang mengerjakan pembangunan kembali sangat antusias.”

Dalam pesannya kepada umat, ia menyamakan semangat itu dengan semangat para pendiri gereja itu pada abad ke-12 dan ke-13.

Misa hari Sabtu diadakan pada hari simbolis untuk katedral yang rusak, yang tetap tertutup untuk umum. Itu menandai pengudusan altar Notre-Dame, yang biasanya dirayakan setiap tahun.

Plaza besar di depan katedral juga tertutup bagi pengunjung. 

Sebuah tenda besar telah didirikan di alun-alun.

“Katedral itu lahir dari iman nenek moyang kam,” kata Monsignor Aupetit.

Katedral itu terbakar pada 15 April lalu.

Segera setelah bencana itu, Presiden Emmanuel Macron berjanji untuk membangun kembali Notre-Dame dalam lima tahun. 

Ia pun berharap Perancis bisa bersatu dan membangun kembali gereja berusia ratusan itu yang menjadi simbol negara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here