Katoliknews.com – Vatikan mempertimbangkan laki-laki tengah baya yang beristri bisa ditahbiskan jadi imam di kawasan terpencil Amazon, Amerika Latin.

Wacana ini sebelumnya muncul dalam surat edaran terkait lingkungan, bertajuk Laudato Si, yang ditulis Paus Fransiskus dan diterbitkan tahun 2015 lalu.

Di situ, Paus Fransiskus menulis bahwa Amazon menghadapi hambatan yang memerlukan reformasi struktural maupun individual oleh seluruh umat manusia, negara, termasuk gereja.

Dokumen itu membicarakan sejumlah daerah yang bakal dibahas secara mendalam dalam pertemuan para uskup, Oktober 2019 mendatang.

Selain pimpinan gereja Katolik, perwakilan masyarakat adat dari Brasil, Bolivia, Peru, Ekuador, Kolombia, Venezuela, dan Guyana juga diundang menghadiri pertemuan di Roma, Italia tersebut.

Seluruh negara itu mencakup penduduk sebanyak 33 juta orang dan menyumbang seperlima air segar dunia. Selain itu, kelompok negara di Amazon itu juga sumber seperempat oksigen dunia serta sepertiga cadangan hutan global.

Vatikan menyebut umat katolik di Amazon menghadapi tantangan lingkungan dan pastoral. Namun minimnya jumlah pastor adalah salah satu persoalan yang dapat ditangani Vatikan secara langsung.

Surat edaran Paus Fransiskus setebal 45 halaman itu memuat saran dari konferensi uskup dan komunitas setempat, bahwa muktamar Vatikan Oktober nanti sepatutnya mempertimbangkan pria tengah baya yang pernah menikah untuk menjadi pastor.

Salah satu syaratnya, pria itu adalah sosok yang dihormati di komunitasnya.

Masukan untuk Vatikan itu merujuk pada istilah ‘karakter pria yang telah terbukti’ untuk mengatasi keterbatasan pastor.

Pria yang masuk kategori ini juga disebut haruslah sosok terkemuka dalam komunitas Katoliknya, serta memiliki keluarga yang telah mapan.

Gagasan itu bisa menjadi perubahan dramatis sejak Konsili Lateran tahun 1123 dan tahun 1139 yang secara eksplisit melarang pastor menikah. Selama seribu tahun terakhir, gereja Katolik Roma mewajibkan pastor untuk berselibat.

Menghapus peluang menikah secara tidak langsung memastikan bahwa anak atau istri pastor tidak dapat mengklaim aset yang dikuasai sang pastor selama hidupnya. Dengan demikian, hal itu dapat ditanggung oleh otoritas gereja.

Butuh waktu berabad-abad untuk memperluas regulasi tentang pastor berselibat, sebelum akhirnya menjadi norma umum di Gereja Katolik Roma.

Adapun, di akhir konferensi gereja Oktober nanti, para peserta akan melakukan pemungutan suara untuk sejumlah ketentuan.

Dokumen regulasi itu selanjutnya akan diserahkan ke Paus Fransiskus. Ia yang bakal mengesahkan atau menolak ketentuan itu menjadi Nasihat Apostolik. (BBC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here