Paus Fransiskus mengajak anak-anak migran untuk menaiki mobilnya pada Rabu, 15 Mei 2019. (Foto: Ist)

Katoliknews.com – Paus Fransiskus akan merayakan Misa di Basilika Santo Petrus bersama para migran, pengungsi, demikian menurut Vatikan.

Misa yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Juli itu menandai peringatan enam tahun kunjungan paus ke Pulau Lampedusa, Italia selatan.

“Sekitar 250 orang akan berpartisipasi dalam perayaan itu,” demikian menurut pernyataan Vatikan pada 1 Juli, seperti dilansir Catholic News Service.

Tim relawan yang biasa menyelamatkan migran dan pengungsi dari ancaman kematian saat mereka melarikan diri juga akan ikut dalam Misa itu yang disiarkan secara langsung. 

Vatikan menyatakan, Misa itu tidak terbuka untuk pers atau publik.

“Bapa Suci ingin agar momen Misa itu dimaknai secara sungguh mengingat berapa banyak orang yang telah kehilangan nyawa karena perang dan kesengsaraan, dan untuk mendukung mereka yang berjuang hari demi hari untuk mempertahankan, menemani dan menyambut migran dan pengungsi,” kata Vatikan.

Pada 2013, paus memutuskan mengunjungi Lampedusa, sebuah pulau kecil dengan populasi 6.000 orang dan hanya 70 mil dari Tunisia, setelah melihat berita utama di surat kabar yang menggambarkan tenggelamnya para imigran di laut.

BACA JUGA:

Saat merayakan Misa di sana, Paus Fransiskus mengatakan tujuan kunjungannya bukan hanya untuk berdoa bagi mereka yang kehilangan nyawa di laut, tetapi juga “untuk mencoba membangkitkan hati nurani publik.”

“Mungkin kita berpikir, ‘Oh, itu adalah jiwa yang malang,’ tetapi kita melanjutkan cara kita,” katanya. “Buday yang membuat kita hanya memikirkan diri sendiri, membuat kita tidak peka terhadap tangisan orang lain.”

Pulau itu baru-baru ini kembali menjadi berita utama setelah kapten kapal penyelamat migran masuk ke pelabuhan Lampedusa pasca pihak berwenang Italia memblokir jalur masuk kapal.

Kapal – dengan 40 migran di dalamnya – dipaksa untuk tetap di perairan internasional selama 17 hari di tengah gelombang panas.

Setelah tiba di pelabuhan, Carola Rackete, kapten kapal ditangkap pada 29 Juni oleh otoritas Italia dan terancam hukuman penjara antara tiga sampai sepuluh tahun.

Menteri Dalam Negeri Italia, Matteo Salvini mengapresiasi penangkapan Rackete. Namun, beberapa negara Eropa mengecam penahanannya dan menyatakan bahwa sebagai kapten kapal, Rackete menjalankan tugasnya menyelamatkan para migran.

BACA JUGA:

Paus Fransiskus sering memuji karya para relawan penyelamat yang mempertaruhkan hidup mereka untuk menyelamatkan orang lain.

Selama Misa 2018 untuk memperingati ulang tahun kelima kunjungannya ke Lampedusa, paus menyatakan rasa terima kasihnya kepada tim penyelamat Spanyol yang ditempatkan di Laut Mediterania “karena mewujudkan perumpamaan tentang orang Samaria yang baik hati di zaman kita, yang memilih berhenti untuk menyelamatkan nyawa orang orang miskin dipukuli oleh perampok.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here