Adelina Sau, buruh migran asal NTT yang disiksa majikannya di Malaysia pada Februari 2018 dan kemudian meninggal. Para uskup Regio Nusa Tenggara akan menggelar pertemuan khusus terkait buruh migran pada akhir Juli 2019. (Foto: Ist)

Katoliknews.com – Para uskup di Regio Nusa Tenggara (Nusra), daerah yang masih tercatat sebagai yang terbanyak mengalami masalah terkait buruh migran, akan menggelar pertemuan  pada akhir Juli, yang khusus membahas masalah tersebut.

Vikaris Jenderal Keuskupan Atambua, P Vinsen Wun, SVD mengatakan, kegiatan itu akan berlangsung pada 22-27 Juli di Hotel Matahari Atambua.

Ia menjelaskan, para uskup hadir adalah Uskup Atambua, Kupang, Ende, Maumere, Larantuka, Ruteng, Wetabula dan  Denpasar.

Para uskup, kata dia, akan didampingi utusan dari masing-masing keuskupan.

Pertemuan ini juga menghadirkan sejumlah pihak terkait. “Ada beberapa pakar dari LSM yang selama ini fokus menangani masalah migran, seperti IOM Jakarta,” jelasnya seperti dikutip Timor Express.

Rapat uskup ini merupakan pertemuan tiga tahunan, untuk  membahas sekaligus mencari solusi atas masalah-masalah yang dihadapi umat.

“Pertemuan kali ini fokus mendiskusikan masalah migran perantauan. Kebetulan selama ini masalah TKI dan TKW lebih banyak dialami umat di wilayah Keuskupan se-Nusa Tenggara, makanya KWI minta para uskup se-Nusa Tenggara untuk fokus membahas masalah migran perantauan dalam pertemuan tiga tahunan kali ini,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here