Paroki Baru di Keuskupan Bogor Diberkati Tiga Uskup

Tiga orang uskup yang menghadiri peresmian gereja dan paroki baru di Keuskupan Bogor pada Sabtu, 13 Juli 2019. Dari kiri ke kanan: Mgr Tri Harsono, Uskup Purwokerto, Mgr Paskalis Bruno Syukur OFM, Mgr Michael Angkur OFM, Uskup Emeritus Keuskupan Bogor. (Foto: Ist)

Katoliknews.com – Tiga orang uskup menghadiri peresmian gereja dan paroki baru di Keuskupan Bogor pada Sabtu, 13 Juli 2019.

Tiga uskup itu adalah Mgr Paskalis Bruno Syukur OFM, Uskup Bogor saat ini; Mgr Michael Angkur OFM, Uskup Emeritus Keuskupan Bogor dan Mgr Tri Harsono, Uskup Purwokerto, yang sebelumnya menjabat sebagai Vikaris Jenderal Keuskupan Bogor.

Pemberkatan Gereja Paroki Hati Kudus Yesus Jonggol ini juga diikuti oleh 17 imam dan satu diakon.

Sekitar 1000-an umat hadir memadati gereja, baik umat dari wilayah Jonggol maupun umat dari paroki sekitar.

Di rumah ibadah inilah, mereka akan berkumpul dan bersekutu dalam iman, harapan dan kasih.

“Tempat ini menjadi simbol untuk membangun hidup dalam semangat ajaran Tuhan Yesus Kristus”, tulis Mgr Paskalis dalam sambutan yang ditulisnya pada buku kenangan, sebagaimana dikutip oleh situs resmi Keuskupan Bogor.

Paroki ini sebelumnya merupakan sebuah stasi, dengan nama Stasi Arnoldus.

Pada tahun 2010, di lokasi ini pernah dibangunan gereja, namun menghadapi penolakan dari sekelompok orang yang memaksa bangunan itu dirobohkan.

Perjuangan terus-menerus umat setempat membuahkan hasil, di mana pada 31 Januari 2017, Pemerintah Kabupaten Bogor kembali menerbitkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Karena rindu segera mendapat gereja baru, tak lama kemudian, pada 7 Mei 2017, peletakan batu pertama pembangunan gereja dilakukan oleh Mgr Paskalis.

Romo Benyamin Sudarto, dalam sambutannya di buku kenangan menyampaikan bahwa selama 42 tahun, umat berdevosi kepada Hati Kudus Yesus dengan intensi terwujudnya tempat ibadah ini.

Kini, kata dia, umat boleh bergembira karena gereja terwujud. pun dilengkapi dengan Gedung Sekretariat Gereja (GSG).

Dalam homilinya, Mgr Pakslis menyampaikan makna gereja yang sesungguhnya.

Tanpa Kristus, kata dia, Gereja tidak ada.

“Gereja sejatinya harus menampilkan wajah Kristus. Maka setiap kata dan tindakan kita harus dapat membawa orang lain untuk dapat merasakan Kristus”, tegas Bapa Uskup.

Ia juga mengatakana, ‘citra indah’ bukan hanya sekedar nama perumahan yang melingkupi area gereja, namun hal itu perlu terpancar dari cara hidup umat.

“Keindahan itu akan terpancar lewat sikap saling mencintai, dengan sungguh belajar dari Tuhan Yesus yang Mahakudus dan penuh belas kasih,” pesannya.