Ordo Karmel Buka SMAK di Maumere

Kepala SMAK Santa Maria Monte Carmelo Maumere Romo Benediktus Bani, O. Carm. Ia mengatakan, SMAK Santa Maria Monte Carmelo Maumere akan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2019/2020. (Foto: Ekorantt.com)

Katoliknews – Ordo Karmel resmi membuka Sekolah Menengah Atas Katolik (SMAK) Santa Maria Monte Carmelo di Kota Maumere, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

SMAK ini yang beroperasi mulai tahun ajaran 2019/2020 dibuka untuk umum, namun alokasi waktu untuk Mata Pelajaran Agama Katolik akan diperbanyak menjadi sekitar 10 jam pelajaran.

Seperti dilansir Ekorantt.com, Kepala SMAK Santa Maria Monte Carmelo, Pastor Benediktus Bani, O. Carm mengatakan sekolah ini dibangun lantaran terbatasnya akses Mata Pelajaran Agama Katolik di sekolah-sekolah umum selama ini.

“Selain itu, kegelisahan akan semakin besarnya gap atau jurang pengetahuan agama umat pada umumnya dengan hierarki Gereja Katolik,” kata Pastor Bene, Rabu, 17 Juli 2019.

Ia menjelaskan, Yayasan Santa Maria Carmel Kabupaten Sikka merasa terpanggil untuk mendidik anak-anak berkarakter Katolik, dengan harapan  output dari lembaga ini adalah “kader-kader Katolik yang mampu menjawabi kebutuhan lingkungan dan stasi-stasi dan paroki di Keuskupan Maumere.”

Ia menjelaskan, angkatan pertama sekolah ini adalah 45 peserta didik, yang  berasal dari Sikka, Ende, Ngada, Lembata dan Sumba Barat Daya.

Untuk sementara, kata dia, proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dilaksanakan di Aula Biara Karmel, yang  disekat menjadi tiga ruang kelas dan panggung aula akan dimanfaatkan menjadi Kantor Sekretariat SMAK.

Terkait izin, Pastor Bene mengatakan, beberapa waktu lalu, mereka sudah mengajukan proposal pendirian SMAK ini ke Bimas Katolik.

Kepada Katoliknews.com, Jumat, 19 Juli 2019, Pastor Bene mengatakan, “Kami sedang menanti izin operasional dari Ditjen Bimas Katolik Kementerian Agama RI.”

Ia mengatakan, jika izin sudah diperoleh, “maka tahapan berikutnya menyiapkan grand design bangunan untuk ruangan kelas, administrasi, laboratorium, dan asrama.”

“Untuk bangunan gedung SMAK, disiapkan lahan sekitar dua hektar di Wolonmaget, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Maumere,” katanya.

Pendirian SMAK Santa Maria Monte Carmelo, kata dia, merujuk pada Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 54 Tahun 2014 tentang Perubahan atas PMA Nomor 1 Tahun 2013 tentang Sekolah Menengah Agama Katolik dan Keputusan Dirjen Bimas Katolik Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyelenggaran Pendidikan Sekolah Menengah Agama Katolik.

Lantas SMAK ini merupakan satuan pendidikan formal setara Sekolah Menengah Atas (SMA) yang mengintegrasikan Pendidikan Keagamaan Katolik dan mata pelajaran umum dengan mesti mengantongi izin operasional dari Ditjen Bimas Katolik Kementerian Agama RI.

Di sisi lain, Pastor Bene mengatakan sekolah ini bakal memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

Salah satunya, kata dia, soal kualitas para tenaga pendidik, yang rata-rata berkualifikasi pendidikan Strata 2 (S-2), yaitu tujuh imam Carmel jebolan luar negeri dan STFK Ledalero serta sembilan guru awam.

“Kita harapkan peserta didik yang mengenyam pendidikan di lembaga ini memiliki wawasan yang luas dan berkualitas karena dibimbing dan didampingi oleh pendidik yang berkualitas,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pihaknya berkomitmen siap mencetak kader-kader Katolik yang berkarakter.

“Kita harapkan output dari lembaga ini dapat mencetak kader-kader yang memiliki pemahaman utuh tentang Agama Katolik dan ajarannya dan bisa berorganisasi dalam lingkup masyarakat secara luas,” tambahnya seperti dikutip Ekorantt.com.

Proses pendirian sekolah ini berawal dari pertemuan antara Bidang Pendidikan Katolik Kanwil Kementrian Agama Provinsi NTT dan Pimpinan Biara Carmel Maumere di Biara Karmel Nita, Rabu 20 Maret 2019 lalu.

Pertemuan saat itu dihadiri oleh Komisariat Karmel Indonesia Timur, Pastor Stefanus Buyung, O.Carm, Ketua Yayasan Santa Maria Karmel Kabupaten Sikka, Pastor Karolus Sola, O.Carm, Vikjen Keuskupan Maumere Pastor Teleforis Jenti, O.Carm, dan sejumlah imam Karmel lainnya.

Sementara dari pihak pemerintah, hadir Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pendidikan Katolik Kanwil Kemenag Provinsi NTT, John Seja, dan Kepala Seksi Pendidikan Agama Katolik Tingkat Menengah Dhoru Falentinus, dan Kepala Seksi Pendidikan Katolik Kantor Kementrian Agama Kabupaten Sikka, Kresensia Reo.