Selama 2018, Gereja Katolik di Jerman Kehilangan 200 Ribu Umat

Laporan itu menyebutkan, Gereja Katolik kehilangan 216.078 umat dan gereja-gereja Protestan kehilangan sekitar 220.000 jemaat.

Upacara mengenang Sengsara Kristus pada Jumat Agung di Jerman. (Foto: AFP/Vaticannews.va)

Katoliknews.com – Sebuah laporan yang diluncurkan oleh Konferensi Para Uskup Jerman dan Gereja Evangelis di Jerman menunjukkan adanya tren penurunan jumlah umat Katolik dan Protestan selama 2018.

Laporan itu menyebutkan, Gereja Katolik kehilangan 216.078 umat dan gereja-gereja Protestan kehilangan sekitar 220.000 jemaat.

Temuan itu menghantam keras dua Gereja utama di negara itu, karena para anggotanya membayar hingga 9% dari penghasilan kena pajak mereka sebagai pajak untuk gereja, demikian menurut Vaticannews.va.

Total sekitar 23 juta warga Jerman masih menjadi anggota Gereja Katolik dan 21,14 juta adalah anggota gereja-gereja Protestan.

Kedua kelompok ini menyumbang 53,2% dari total populasi negara itu yang mencapai lebih dari 83 juta.

Hans Langendörfer, sekretaris Konferensi Waligereja Jerman menggambarkan laporan yang diluncurkan pada Jumat, 19 Juli 2019 itu sebagai statistik yang “mengkhawatirkan”.

“Setiap kehilangan menyakitkan,” kata Heinrich Bedford-Strohm, presiden Gereja Evangelis di Jerman/

“Karena umat hari ini, tidak seperti di masa lalu, memutuskan keluar karena kebebasan apakah mereka ingin menjadi anggota Gereja, penting bagi kita hari ini untuk membuat lebih jelas mengapa pesan Kristen adalah dasar yang kuat untuk kehidupan,” tambahnya.

Sebuah studi yang diterbitkan oleh Universitas Freiburg pada bulan Mei juga menyimpulkan bahwa jumlah anggota kedua Gereja akan turun setengahnya pada tahun 2060.

Alasan utama adalah termasuk orang dewasa yang meninggalkan gereja, lebih sedikit baptisan dan populasi yang menua, kata para peneliti.

Studi itu memperkirakan bahwa keanggotaan gabungan dari kedua gereja akan turun dari sekitar 45 juta sesuai kondisi sekarang menjadi 34,8 juta pada 2035 dan 22,7 juta pada 2060.