Mgr John Philip Saklil Ajak Umat Keuskupan Agung Merauke Taati Keputusan Vatikan

“Apapun yang terjadi adalah kehendak Tuhan,” kata Mgr John Philip Saklil

Mgr John Philip Saklil Pr mengajak umat Keuskupan Agung Merauke untuk “menjalankan hidup ke depan dengan penuh iman dan dengan semangat kebersamaan sebagai satu Gereka.” (Foto: Radar Timika)

Katoliknews.comMenyusul keputusan Vatikan membebastugaskan Uskup Agung Nicolas Adi Seputra MSC, umat di Keuskupan Agung Timika diminta untuk menerima keputusan Paus Fransikus dengan penuh ketaatan.

Uskup Timika, Mgr John Philip Saklil yang kini menjadi Administrator Apotolik Keuskupan Agung Merauke mengajak umat agar dengan imam menyatakan, “apapun yang terjadi adalah kehendak Tuhan.”

Pada Sabtu, 27 Juli 2019, Vatikan secara resmi mengumumkan pembebasan tugas Mgr Nicolas. Ia disebut agak menjalankan masa bina lanjut (on going formation) di Roma untuk periode yang tidak ditentukan.

Uskup Saklil mengatakan, ia mendapat kuasa penuh dari Tahta Suci untuk memimpin Keuskupan Agung Timika yang mengalami apa yang disebut dalam istilah Gereja sebagai sede plena, yang berarti uskup setempat masih berwewenang, tetapi karena yang ia meninggalkan keuskupan dalam jangka waktu yang panjang maka perlu ada administrator apostolik.

Berbicara dalam Misa di Paroki Katedral St Fransiskus Xaverius Merauke, Minggu 28 Juli 2019, Uskup Sakil mengajak umat untuk “menjalankan hidup ke depan dengan penuh iman dan dengan semangat kebersamaan sebagai satu Gereka.”

“Apapun yang diputuskan oleh Paus, kami taat,” katanya merujuk pada dirinya, Uskup Nicolaus dan Uskup Bandung Mgr Antonius Subianto Bunjamin yang juga telah ditunjuk Tahta Suci sebagai visitator apotolik untuk menuntaskan masalah-masalah di Keuskupan Agung Merauke.

 

“Itulah Gereja Katolik dan kita melihat ke depan apa yang terbaik untuk kehidupan iman kita dalam kebersamaan kita,” tandas Mgr Saklil.

BACA JUGA: Vatikan Membebastugaskan Uskup Agung Merauke

Hingga kini tidak ada informasi pasti terkait kasus-kasus yang terjadi, yang berujung pada langkah Vatikan membebastugaskan Mgr Nicolaus.