Ketika Gereja Katolik dan Pesantren Bersatu dalam Aksi Kemanusiaan

Kegiatan bakti sosial yang diadakan oleh Perhimpunan Persekutuan Doa Usahawan Katolik Indonesia (Perduki) Chapter Selatan 1 Jakarta bersama Paroki Cikarang Gereja Ibu Teresa, berkolaborasi dengan Pesantren Motivasi Indonesia dan Gerakan Pemuda Ansor pada Sabtu, 28 September 2019. (Foto: Ist)

Katoliknews.com – Sejatinya, perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang bagi misi kemanusiaan.

Apa yang dilakukan Gereja Katolik dan sebuah pesantren di daerah Bekasi, Jawa Barat pada Sabtu, 28 September 2019 setidaknya mengonfirmasi hal itu.

Perhimpunan Persekutuan Doa Usahawan Katolik Indonesia (Perduki) Chapter Selatan 1 Jakarta bersama Paroki Cikarang Gereja Ibu Teresa berkolaborasi dengan Pesantren Motivasi Indonesia dan Gerakan Pemuda Ansor dalam kegiatan “Baksos 1000 Anak Bangsa Melihat Terang.”

Aksi itu menyasar 500 orang dewasa dan 118 anak-anak warga sekitar Pesantren Motivasi Indonesia di Setu, Bekasi, di mana mereka mendapat pelayanan pemeriksaan mata dan kacamata gratis.

“Misi kami ingin menjangkau sebanyak mungkin anak-anak yang membutuhkan pelayanan kami,” kata Maria Vincentia Margaretha Parti Bugiyani dari Perduki Jakarta, dalam pernyataan tertulis.

Ia menjelaskan, kegiatan serupa telah dilakukan di sejumlah daerah di sekitar Jakarta, seperti Pamulang, Pluit, Bantar Gebang dan Bekasi.

“(Ini merupakan wujud) kepedulian terhadap sesama, terutama peduli kepada kesehatan mata anak-anak usia Sekolah Dasar, yang menurut data banyak yang mengalami gangguan penglihatan,” jelas Erry Sutandi, Koordinator Chapter Selatan 1 Jakarta.

Nunung Umi Kalsum, Pengasuh Pondok Pesantren Motivasi Indonesia, mengatakan, baksos ini merupakan bentuk kerja sama yang baik sebagai warga negara Indonesia.

“Kita harus bergenggam tangan menabur benih kemanusiaan,” katanya.

“Sudah menjadi kewajiban memberikan kebaikan bagi saudara- saudara kita yang memerlukan,” lanjutnya.

Romo Antonius Suhardi Antara Pr, Pastor Kepala Paroki Cikarang menyebut kegiatan ini menjadi ajang bagi gereja untuk membaur dan turut merasakan suka duka kehidupan warga masyakarat.

Dengan baksos ini, jelas dia, ”anak bangsa bisa melihat terang.”

“Yang sakit matanya bisa terbantu dengan memiliki kacamata, sehingga mereka bisa hidup baik dan bahagia,” kata Romo Antara.

Nurhakim, warga Cinyosog, Setu Bekasi merasa bersyukur atas terselenggaranya kegiatan ini, karena berkat kacamata yang ia peroleh kini ia bisa membaca dengan jelas.

“Harapan saya acara ini bisa juga dilakukan didaerah lain yang memerlukannya,” kata ibu berusia 52 tahun ini.