Benarkah Paus Jatuh dan Minta Didoakan 10 Juta Salam Maria?

Ini adalah foto Paus Fransiskus jatuh saat sedang mengukupi altar dalam Misa di Polandia pada 2016. Foto ini, yang disertai pesan berantai seolah kejadian ini baru saja terjadi dan ada ajakan berdoa 10 juta Salam Maria beredar di kalangan umat Katolik pada 2 Oktober 2019. (Foto: Ist)

Katoliknews.comSebuah pesan berantai yang mengabarkan bahwa Paus Fransiskus jatuh saat sedang Misa dan membutuhkan doa 10 juta Salam Maria beredar di media sosial hari ini, Rabu, 2 Oktober 2019.

Pesan itu disertai dengan gambar, di mana Bapa Suci sedang tersungkur di altar.

Pastor Markus Solo SVD, imam asal Indonesia yang bekerja di Vatikan rupanya juga mendapat kiriman pesan tersebut. Ia juga mengaku mendapat pertanyaan dari teman-temannya sejak pagi buta meminta klarifikasi terkait hal itu.

Karena itu, imam kelahiran Flores Timur itu pun membuat klarifikasi rinci perihal pesan itu.

Padre Marco, demikian ia biasa disapa, menjelaskan adalah benar bahwa Paus Fransiskus pernah jatuh saat memimpin Misa. Namun, katanya, hal itu terjadi tiga tahun lalu.

“Benar, Paus pernah tergelicir dan jatuh saat sedang mengukupi altar pada awal perayaan Misa dalam rangka Hari Kaum Muda sedunia di Polandia tahun 2016. Tiga tahun lalu (saat ini 2019!),” tulis adre Marco.

“Beliau tergelincir karena salah injak. Langsung bangun kembali dan perayaan Misa berlangsung tanpa hambatan sampai selesai. Tidak ada masalah apa-apa. Foto-foto dan video jatuhnya Paus ada di internet sejak 3 tahun. Tetapi herannya, tiba-tiba muncul marak sekarang. Apa maksudnya?,” lanjutnya.

Ia juga mempersoalkan permintaan berdoa Salam Maria, yang menyertai pesan berantai itu.

“Apakah berdoa Salam Maria untuk memohon penyembuhan harus pakai ukuran angka tertentu?” tulisnya.

“Tuhan agama mana itu yang butuh doa dengan angka-angka dan syarat-syarat seperti itu? Pendasaran biblis atau teologisnya di mana? Tidak pernah dengar dan tahu, karena memang tidak ada. Umat Katolik diminta tidak percaya akan berbagai surat berantai berbau mistis magis di mana ada ketentuan jumlah doa supaya Tuhan mengabulkan, dll,” tambahnya.

Padre Marco pun menjelaskan, hari ini ia baru melihat Paus dalam audiensi umum di Vatikan. Audiensi itu, kata dia, berjalan baik.

“Umat dan turis membludak. Dikabarkan, Menteri Agama Indonesia dan rombongan juga hadir,” katanya.

Berikut adalah penjelasan lengkap Padre Marco:

Beredar lagi di medsos sebuah berita berantai, katanya Paus Fransiskus minta doa 10 juta Salam Maria karena sedang menderita sakit. Dikirim sekalian dengan foto Paus jatuh.

By the way, saya baru kembali dari Airport Roma, menjemput murid baru saya dari Jakarta. Setelah membawanya ke penginapan, saya kembali masuk ke Vatikan untuk parkir, lalu ke kantor. Audiensi umum dengan Paus tadi (setiap hari Rabu pagi kalau Paus ada di Vatikan) berjalan dengan baik, tidak ada masalah. Umat dan turis membludak. Dikabarkan, Menteri Agama Indonesia dan rombongan juga hadir.

Sekitar pukul 12.00 siang, saya lewat di depan Rumah Paus. Beliau belum masuk karena masih di Lapangan Santo Petrus. Pas di tikungan menuju parkiran, samping Basilika Santo Petrus (wilayah dalam Vatikan), saya disetop serdadu Vatikan dan harus menanti di dalam mobil karena Paus mau lewat. Selang 2 menit, beliau lewat di atas Papamobile di depan saya, berlari pelan dan dikawal masuk ke rumah beliau. Seperti biasa beliau melambai ramah. Sehat segar bugar.

Lalu mengapa ada foto Paus jatuh dan permintaan doa? Saya tidak tahu mulanya dari siapa. Jelas ada orang yang suka mengarang berita lalu semua orang langsung manggut percaya tanpa klarifikasi.

Jadi:

1. Benar, Paus pernah tergelicir dan jatuh saat sedang mengukupi altar pada awal Misa dalam rangka Hari Kaum Muda sedunia di Polandia tahun 2016. Tiga tahun lalu (saat ini 2019!). Beliau tergelincir karena salah injak. Langsung bangun kembali dan perayaan Misa berlangsung tanpa hambatan sampai selesai. Tidak ada masalah apa-apa. Foto-foto dan video jatuhnya Paus ada di internet sejak 3 tahun. Tetapi herannya, tiba-tiba muncul marak sekarang. Apa maksudnya?

2. Benar bahwa Paus Fransiskus hanya punya satu paru-paru saja. Ini bukan hal baru. Bukan rahasia. Pada waktu berumur 21 tahun (artinya pada tahun 1957 karena beliau lahir tahun 1936), beliau mengalami gangguan paru-paru di Buenos Aires, Argentina, sehingga satu bagian dari paru-parunya harus diangkat. Sejak berumur 21 tahun sampai 83 tahun saat ini (dari 1957 sampai 2019), artinya sudah 62 tahun beliau hidup hanya dengan satu paru-paru, tetapi tidak pernah menjadi masalah. Kesehantannya selalu baik sehingga bisa sampai menjadi Paus. Kalau bermasalah, tentu saja tidak akan bisa mendapat begitu banyak pangkat dan tugas. Dengan umur di atas 80 saja beliau masih bekerja optimal dengan hanya satu paru-paru, tidak ada bedanya dengan orang berparu-paru lengkap.

3. Apakah berdoa Salam Maria untuk memohon penyembuhan harus pakai ukuran angka tertentu? Di dalam surat itu ditulis, diminta 10 juta Salam Maria supaya Paus sembuh. Wow.. Tuhan agama mana itu yang butuh doa dengan angka-angka dan syarat-syarat seperti itu? Pendasaran biblis atau teologisnya di mana? Tidak pernah dengar dan tahu, karena memang tidak ada. Umat Katolik diminta tidak percaya akan berbagai surat berantai berbau mistis magis di mana ada ketentuan jumlah doa supaya Tuhan mengabulkan, dll.

4. Setiap kali berada di publik, Paus Fransiskus selalu meminta doa. Pertama kali beliau meminta doa dari umat ketika menampakan diri pertama kali pada tanggal 13 Maret 2013 di balkon Basilika Santo Petrus, sesaat setelah dipilih menjadi Paus. Awal-awalnya terasa aneh karena Paus meminta doa dari umatnya. Paus-paus sebelumnya hampir tidak pernah mengatakan hal itu secara publik. Tetapi setelah beberapa saat, dunia sudah merasa biasa dan paham dengan permintaan Paus Fransiskus itu. Yang jelas, permintaan Paus itu bukan terutama untuk kesembuhan beliau, tetapi karena doa untuk orang beriman adalah sebuah kebutuhan penting di dalam hidup. Juga Paus butuh doa, seperti kita juga butuh doa dari beliau dan dari orang lain.

Mudah-mudahan teman-teman yang sejak pagi buta mengirim pesan itu sambil meminta klarifikasi, bisa mendapat jawaban sekarang. Salam.

2 Oktober 2019

Padre Marco SVD.