Ribuan Umat Katolik Ikut Safari Rosario di Ruteng, Flores

Acara Safari Rosario yang digelar di Ruteng pada Jumat 18 Oktober 2019 diikuti ribuan umat. (Foto: Vox NTT)

Katoliknews.com – Umat Katolik di Ruteng, Flores mengikuti kegiatan safari rosario pada Jumat sore, 18 Oktober 2019.

Media lokal Voxntt.com melaporkan, ribuan umat ikut dalam kegiatan ini, di mana mereka melakukan long march pada beberapa jalur utama di kota kecil itu, yaitu dari Gereja Paroki Cewonikit menuju depan kantor bupati dan berakhir di Gereja Katedral Ruteng.

Mengenakan busana adat Manggarai, umat mengarak patung Bunda Maria di sepanjang jalan sambil mendaraskan doa rosario.

Hujan lebat yang mengguyur Ruteng tidak membuat umat mengurungkan  untuk datang berbondong-bondong mengikuti kegiatan tersebut dengan kyusuk.

Saat tiba di Gereja Katedral, mereka mengikuti Misa yang dipimping oleh Administrator Apostolik Keuskupan Ruteng, Mgr. Silvester San.

Pastor Kristianus Jumi Ngampu SMM, koordinator panitia mengatakan, kegiatan ini terlaksana atas kerja sama  Komunitas Novisiat Serikat Maria Montfortan (SMM) bekerja sama dengan Komisi KKI Keuskupan Ruteng, para Suster Putri-putri kebijaksanaan, Suster Katekis, Suster FMVI, umat KBG St. Montfort dan KBG Nazaret, Kegiatan Maria, Sahabat Kebijaksanaan, dan Kerabat St. Montfort.

Kegiatan ini, jelasnya sudah dilaksanakan sejak tahun 2015, yang kala itu bertepatan dengan momen memperingati 300 tahun wafatnya St. Louis Marie de Montfort, pendiri SMM, Suster Putri- Putri kebijaksanaan dan Bruder St. Gabriel.

Ia menjelaskan, kegiatan Safari Rosario bertujuan untuk berdoa bersama Bunda Maria, memuji dan memuliakan Allah yang penuh belas kasih kepada manusia dan menghormati Santa Perawan Maria sebagai Bunda Allah dan Gereja.

Tujuan lain, kata dia, agar umat makin bertumbuh dalam kekudusan dengan menghayati janji-janji pembaptisan.

Tema kegiatan ini pada tahun ini, jelasnya, “Bunda Maria Ratu Misioner,” yang diangkat untuk menanggapi seruan Paus Fransiskus yang telah menetapkan bulan Oktober 2019 sebagai Bulan Misioner  Luar Biasa.

Ia berharap, kegiatan ini bisa  menyadarkan umat tentang tugas mereka sebagai pewarta kabar gembira Injil di tengah dunia.