Nadiem Makarim Jadi Mendikbud Baru, Ini Harapan MNPK

Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. (Foto: Ist)

Katoliknews.comPresiden Joko Widodo menetapkan Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) yang baru, mengantikan Muhadjir Effendy yang kini menjadi Menteri Kordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).

Setelah diumumkan bersama 37 menteri lainnya pada Rabu, 23 Oktober 2019, Nadiem mengatakan, ia butuh waktu mempelajari seluk-beluk kementeriannya.  Meski demikian, dia menjanjikan perubahan yang sesuai dengan perkembangan zaman.

“Saya belum bisa bilang terobosannya seperti apa, tapi yang jelas berhubungan karena saya milenial dan background-nya teknologi, sudah pasti perubahan yang terjadi ke sana,” kata Nadiem, yang sebelumnya menjadi CEO Gojek.

Ia menjelaskan, akan menjalankan visi Jokowi untuk menyesuaikan SDM hasil institusi pendidikan di Indonesia dengan kebutuhan industri.

Prinsip utama dari pembenahan sistem pendidikan yang akan dijalankannya, kata dia, adalah gotong royong dan kolaborasi.

Nggak bisa kita lakukan ini sendirian, harus ada gotong royong, pusat dan daerah, orang tua, guru, murid, semua harus gotong royong menciptakan institusi dan kualitas pendidikan yang lebih baik,” ulasnya.

Menanggapi penunjukkan Nadiem, Pastor Vinsensius Darmin Mbula OFM, Ketua Presidium Majelis Nasional Pendidikan Katolik (MNPK), yang mengkoordinasi sekolah-sekolah Katolik di Indonesia menyatakan menyambut dengan baik.

Nadiem yang tercatat sebagai anak muda berusia 35 tahun, kata Pastor Darmin, diharapkan mampu melahirkan terobosan-terobosan segar bagi dunia pendidikan.

“Beliau diharapkan bisa mewujudkan visi dan misi presiden agar menyiapkan tenaga kerja yang kreatif, inovatif dan kolaboratif di era industri 4.0,” katanya.

“ Dengan pengalaman beliau sebagai CEO Gojek, tentu ia mampu untuk menyiapkan tenaga tenaga kerja yang berjiwa entrepreneur,” katanya.

Selain itu, jelas dia, Mendikbud yang baru diharapkan memberi perhatian intens pada sekolah-sekolah vokasional.

“SMK-SMK harus terus didorong agar berkualitas dan unggul sehingga tenaga kerja Indonesia bisa bersaing di tingkal ASEAN dan global,” tambahanya.

Ia juga berharap dengan kehadiran Nadiem, kata dia, anak-anak didik kita semakin memahami literasi digital di era yang serba digitalisasi saat ini.

Nadiem dalam pernyataannya juga menyatakan komitmen untuk memberi perhatian kepada para guru, terutama terkait peningkatan kompetensi maupun kesejahteraan mereka.