Forum Kebangsaan Bogor Raya Siap Lawan Radikalisme

Forum Kebangsan Bogor Raya saat menggelar diskusi kepemudaan di Bogor, Jawa Barat. Beberapa pembicara hadir, salah satunya ialah Ketua Pemuda Katolik Jawa Barat, Edi Silaban (Kedua dari Kiri). (Foto: Istimewa).

Bogor, Katoliknews.com – Memperingati Hari Santri dan Hari Sumpah Pemuda, Forum Kebangsaan Bogor Raya (FKBR) menggelar diskusi kebangsaan tentang kepemudaan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 26 Oktober 2019.

Diskusi yang digelar di Villa Candali Ranca Bungur, itu mengusung tema “Dimanakah Peran Pemuda di Dalam Memperkokoh Bingkai NKRI?”

Adapun organisasi-organisasi kepemudaan yang hadir ialah GP Anshor Kabupaten Bogor, Gusdurian, Pemuda Katolik Kabupaten Bogor yang diwakili Ketua Vincent Santo Oktavianus, WKRI Kabupaten Bogor yang diwakili Ketua Maria Ana; PMII, MKAI, Persatuan Millah Abraham, Banser Kabupaten Bogor serta Patriot Garuda Nusantara Kabupaten Bogor Bidang Lintas Agama Hadi Wibowo.

“Tujuan di adakannya diskusi ialah agar pemuda di Kabupaten Bogor khususnya dapat memperkokoh NKRI di dalam Persatuan bangsa” kata Ketua Forum Kebangsaan Bogor Raya, Kyai Ahmad Suhadi, dalam sambutannya.

Sementara, Ketua GP Anshor Kecamatan Ciseeng, Ustad Gozawi, menyambut baik acara tersebut. “Menyambut baik semangat persatuan bangsa dimulai dari pemuda untuk memperkokoh NKRI,” katanya.

Memasuki inti acara, Moderator, Michael S Prihartono sekaligus Founder Satu Nusa itu menghadirkan beberapa narasumber.  Pertama, Ketua Umum Pemuda Ahmadiyah, Mubarak Ahmad Kamil.

Dalam pemaparannya, Kamil menekankan pentingnya literasi bagi generasi. Menurutnya, literasi merupakan senjata penting untuk memerangi kegaduhan di ruang publik akibat hoax.

“Penting untuk menguatkan literasi pemuda bangsa Indonesia, karena dengan menguatkan listerasi guna menjauhkan diri dari hoaks,” tandasnya.

Ia juga mendorong agar para pemuda dapat meningkatkan kompetensinya dalam bidang literasi.

Narasumber lain, Ketua Pemuda Katolik Komisariat Jawa Barat, Edi Silaban, secara khusus mengucapkan selamat Hari Santri kepada para santri-santriwati yang hadir.

“Pertama-tama saya ucapkan selamat Hari Santri sekaligus mengucapkan terima kasih dan menghaturkan rasa bangga saya kepada para santri. Karena teman-temanlah saya bisa hadir di tengah para santri yang terus konsisten menjaga Pancasila,” bukanya.

Lebih lanjut, Edi memaparkan lima hal yang harus dimulai oleh para pemuda dalam merajut bingkai NKRI yaitu menghargai dan menghormati perbedaan, saling menyapa dan menjaga, bergandengan tangan, berdialektika, dan memperjuangkan kesejahteraan umum.

“Kelima hal tersebut merupakan implementasi dari Pancasila yang harus kita terapkan bersama” ajaknya.

Menurut Edi, Semboyan Pro Ecclesia et Patria atau Demi Gereja dan Tanah Air, yang dicetus oleh Mgr. Soegijapranata adalah salah satu sikap Katolik untuk terus menjaga NKRI.

“Melalui semboyan ini mengajak kita semua para pemuda dapat memetik nilai untuk mengambil sikap tegas menjaga dan merawat NKRI” paparnya.

Ia juga menawarkan langkah menangkal radikalisme yang menurutnya dilakukan dengan memperkuat kebudayaan.

“Salah satu cara menangkal terorisme dan gerakan radikalisme ialah dengan secara menguatkan kebudayaan bangsa Indonesia” tutupnya.

Sementara Ketua PC Ansor Kabupaten Bogor, Dhamiri, berpendapat, Forum Kebangsaan Bogor Raya sangat penting untuk kemajuan bangsa Indonesia, khususnya yang ada di Kabupaten Bogor.

“Komunikasi & koordinasi yang terkait kebangsaan harus tetap ditanamkan dalam diri manusia dan semua elemen masyarakat” pungkas Dhamiri.

Mengakhiri acara, forum bersepakat untuk menjaga keutuhan NKRI dan menolak radikalisme, intoleransi dan terorisme di Kabupaten Bogor. Sebelumnya, dalam rangkaian kegiatan tepat pada pukul 09.00 WIB sudah di awali dengan menanam 1000 bibit pohon di Kabupaten Bogor.

Katoliknews