‘Pachamama’ yang Dibuang dan Permintaan Maaf Paus

Katoliknews.com – Pada 21 Oktober, sebuah video muncul di Youtube, di mana patung disebut Pachamama diambil dua orang tidak dikenal dari sebuah gereja di Traspontina, dekat Vatikan, tempat patung itu ditempatkan.

Patung itu kemudian dilempar di sebuah jembatan dan belakangan ditemukan di Sungai Tiber.

Kuat dugaan, pelakunya adalah dari kelompok Katolik konservatif, yang menuding patung itu sebagai berhala.

Patung itu ditempatkan di Vatikan sejak awal Oktober menjelang penyelenggaraan Sinode Amazon pada 6-27 Oktober, sebuah sinode yang melibatkan para uskup dari wilayah Amerika Latin.

Menyusul penemuan kembali patung-patung itu, Paus Fransiskus menyatakan meminta maaf atas apa yang terjadi.

“Sebagai uskup di keuskupan ini,” kata Paus Fransiskus, yang adalah Uskup Roma, “Saya meminta maaf kepada mereka yang telah tersinggung dengan ini (keberadaan patung-patung itu),” katanya, seperti dikutip Vaticannews.va, 25 Oktober.

Paus mengatakan patung-patung itu telah ditemukan oleh polisi Italia dan tampaknya tidak rusak.

Lima patung kayu itu menyerupai seorang wanita telanjang dan hamil.

Patung-patung itu memang menimbulkan kontroversi.

Paus menyebut patung-patung itu sebagai “Pachamama,” nama yang secara tradisional diberikan kepada dewi kesuburan Andes dan secara harafiah dapat diterjemahkan sebagai “Ibu Pertiwi.”

Vatikan mengatakan patung-patung itu hanya mewakili kehidupan, kesuburan dan ibu pertiwi, dan bukan merupakan simbol agama.

Paus mengatakan penempatan patung-patung itu di gereja adalah “tanpa niat penyembahan berhala,” demikian dilansir Vaticannews.va.

Patung-patung itu pertama kali muncul pada upacara penanaman pohon tanggal 4 Oktober di taman Vatikan. Dalam upacara tersebut Paus Fransiskus ikut hadir.