Wujud Bela Rasa, Keuskupan Agung Jakarta Alokasikan Kolekte Bagi Keuskupan Agats

Situasi umat di Keuskupan Agats. (Foto: Tangkapan layar video Hidup TV)

Katoliknews.com – Umat di Keuskupan Agung Jakarta mendedikasikan kolekte kedua dalam Misa pada Sabtu-Minggu, 26-27 Oktober 2019 bagi umat di Keuskupan Agats, Papua.

Sebelum Misa berakhir, sebuah video ditayangkan di gereja, yang menampilkan situasi di umat di Keuskupan Agats serta narasi oleh Uskup Agats, Mgr Aloysius Murwito OFM.

Sumbangan ini bertepatan dengan momen ulang tahun ke-50 Keuskupan Agats yang dirayakan pada bulan depan.

Mgr Alo dalam narasinya menjelaskan bahwa kualitas kehidupan suku Agats masih rendah, jauh tertinggal dibanding suku-suku yang lain.

“Kita bisa menyaksikan rumah penduduk yang seadanya, menemukan anak-anak dan orang dewasa, yang masih banyak menderita sakit, (seperti) sakit pernafasan, kulit dan beberapa tahun terakhir ini ditemukan pernyakit kusta,” katanya dalam video berdurasi 3,14 menit.

Dari sisi pendidikan, katanya, banyak anak-anak yang sudah empat tahun di sekolah dasar, namun belum bisa membaca, belum bisa berhitung dengan tepat dan belum bisa menulis dengan baik.

Situasi ekonomi, jelas Mgr Alo, juga menjadi keprihatinan di mana masyarakat belum bisa produktif dan pendapatan per kapita rendah sekali.

“Kami bergumul dengan berbagai macam pelayanan ini,” katanya, sambil menambahkan, “Kalau ini sebuah perusahan, kami sudah kolaps.”

Mgr Aloysius Murwito OFM: “Kami bergumul dengan berbagai macam pelayanan ini. Kalau ini sebuah perusahan, kami sudah kolaps.” (Foto: Tangkapan layar video Hidup TV)

“Pada saat saat-saat tertentu dalam situasi ini, saya kadang-ladang juga mengalami kegelisahan, tapi pada saat-saat tertentu saya terharu mengingat karya Tuhan,” kata Mgr Alo.

Sementara itu Uskup Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo dalam video ajakan kepada umat agar mengambil peran dalam aksi amal ini menyatakan, itu adalah bentuk konkret dari berbela rasa.

Ia menyebut Keuskupan Agats adalah “salah satu keuskupan yang paling perlu dibantu supaya kehadirannya sungguh-sungguh bermanfaat bagi masyarakat dan bermakna bagi umatnya sendiri.”

Mengingat sejak 10 tahun lalu KAJ telah mencanangkan semangat “semakin beriman, semakin bersaudara dan semakin berbela rasa,” Kardinal Suharyo menyatakan belara rasa itu mesti diwujudkan dalam tindakan yang sangat nyata, yaitu lewat kolekte kedua.

“Kita boleh yakin bahwa sekecil apapun keikutsertaan kita sungguh-sungguh bermakna bagi kita sendiri dan bermanfaat bagi saudara-saudari kita yang dilayani oleh Keuskupan Agats,” katanya dalam video yang disebarluaskan KAJ sejak pertengahan Oktober.

Keuskupan Agats terbentuk pada 1969, pemekaran dari Keuskupan Agung Merauke.

Mgr Alo adalah uskup kedua, yang menjabat sejak 7 Juni 2002. Sejak didirikan keuskupan itu dipimpin  Mgr Alphonsus Augustus Sowada, OSC hingga 9 Mei 2001.

Mengutip data dari Dokpen KWI, per 2013, dari jumlah penduduk 99.537 ribu jiwa di wilayah keuskupan,  lebih dari setengah atau 57.369 adalah Katolik.