Kardinal Suharyo: Sumpah Pemuda Sering Kali Hanya Dihafal, Tidak Diamalkan

Ignatius Kardinal Suharyo sedang menyampaikan homili dalam Misa syukur pengangkatannya sebagai kardinal pada Sabtu, 19 Oktober 2019. (Foto: Kompas.id)

Katoliknews.comUskup Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo mengingat agar spirit Sumpah Pemuda perlu diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menjelaskan, meski sudah diajarkan sejak sekolah dasar, selama ini Sumpah Pemuda sering kali hanya dihafalkan, tapi tidak diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Sumpah Pemuda sering kali hanya dijadikan pelengkap narasi pidato yang bersifat seremonial semata,” kata Kardinal Suharyo saat berbicara dalam malam peringatan Sumpah Pemuda ke-91 di Gereja Katedral Jakarta, Senin 28 Oktober 2019.

Tahun ini Gereja Katedral Jakarta mengadakan pagelaran seni tari, lagu, serta video mapping bertajuk “Hai Pemuda Pemudi Indonesia” untuk mengenang Sumpah Pemuda.

Selain itu, ada juga pesan kebangsaan dan renungan sejarah Sumpah Pemuda dengan teater “Merah Putih Benderaku”.

Kardinal Suharyo mengatakan, upaya umat Katolik yang merayakan secara khusus peringatan Sumpah Pemuda tahun ini bertujuan mengingatkan kembali nilai-nilai Sumpah Pemuda, karena di Katedral Jakartalah dahulu Sumpah Pemuda diresmikan.

Kardinal Suharyo mengingatkan berbagai masalah bangsa yang terjadi baru-baru ini, termasuk kegaduhan dan kerusuhan yang menelan korban jiwa merupakan sinyal bahwa Pancasila dan Sumpah Pemuda “tidak ada dalam jiwa orang-orang yang membuat kegaduhan dan kerusuhan tersebut.”

Ia menambakan, Pancasila dan Sumpah Pemuda, menurut iman Katolik adalah berkat Tuhan bagi masyarakat Indonesia dan karena itu tidak boleh diabaikan.