Uskup di Vietnam Hibur Keluarga Migran yang Tewas dalam Kecelakaan

Umat Katolik Vietnam sedang berdoa di Gereja Thai Ha Hanoi pada 27 Oktober 2019 untuk 39 orang warga negara itu yang ditemukan tewas dalam sebuah kecelakaan truk kontainer di Inggris. (Foto: Nhathothaiha.net)

Katoliknews.com – Dua uskup di Vietnam meminta umat Katolik untuk menunjukkan solidaritas bagi puluhan warga negara itu yang tewas dalam sebuah kecelakaan saat berusaha memasuki Inggris.

Para migran ilegal itu, 31 pria dan delapan wanita,  ditemukan tewas dalam kecelakaan sebuah truk kontainer di Essex, Inggris pada 23 Oktober.

“Pada hari-hari ini kita dilanda oleh kesedihan atas 39 orang muda – yang dikabarkan kebanyakan berasal dari keuskupan Vinh dan Ha Tinh – yang meninggal dengan tragis ketika mereka berhasil memasuki Inggris,” kata Uskup Alfonse Nguyen Huu Long dari Vinh dan wakilnya Uskup Peter Nguyen Van Vien dalam sebuah surat terbuka pada 29 Oktober.

Keuskupan Vinh dan Ha Tihn dikenal sebagai daerah asal banyak buruh migran di Vietnam.

Para uskup mengatakan banyak keluarga yang khawatir dan sedang menunggu berita tentang nasib orang-orang yang mereka cintai, berhubung semua korban belum diidentifikasi dan keluarga telah kehilangan kontak dengan putra dan putri mereka sejak tragedi itu terjadi.

Seperti dilansir UCA News, surat kabar milik pemerintah, Thanhnien melaporkan pada 30 Oktober bahwa 28 keluarga dari Provinsi Nghe An, Ha Tinh, Quang Binh dan Thua Thien Hue yakin bahwa kerabat mereka yang hilang ada di antara  para korban kecelakaan itu.

Surat kabar itu mengatakan banyak keluarga telah berdoa untuk kerabat mereka.

Dilaporkan bahwa sebelum berangkat para korban itu telah membayar para penyelundup, yang membantu mereka mendapat kesempatan bekerja di luar negeri.

“Kami ingin menyampaikan simpati kami yang dalam dan doa yang sungguh-sungguh kepada keluarga yang berduka. Semoga Tuhan memberkati, menghibur, dan mennguatkan Anda di saat yang menyedihkan ini,” kata Uskup Long dan Vien.

Para pemimpin gereja mengatakan umat Katolik percaya bahwa Tuhan selalu mencintai semua orang dalam keadaan apa pun. Kematian bukanlah kata terakhir dari manusia tetapi “panggilan cinta abadi dari Tuhan.”

Mereka mengatakan bahwa banyak imam dan umat Katolik berkumpul di gereja-gereja untuk berdoa bagi para korban, menunjukkan solidaritas dan mendukung kerabat mereka.

“Umat ​​Katolik perlu menunjukkan tindakan baik itu kepada para korban, termasuk para pengikut agama lain,” kata mereka.

Pada tahun 2018, Keuskupan Vinh dan Ha Tinh, yang mencakup provinsi Nghe An, Ha Tinh dan Quang Binh, melayani sekitar 565.000 umat Katolik dari total populasi 5,3 juta.

Sumber internal Gereja warga setempat rutin menderita akibat bencana alam dan pencemaran lingkungan karea pabrik-pabrik, hidup dalam kemiskinan dan tidak memiliki pekerjaan.

Akibatnya, anak-anak muda harus mencari pekerjaan di kota-kota besar di Vietnam dan luar negeri.

Banyak paroki di daerah pedesaan hanya dihuni oleh orang-orang tua anak-anak karena kebanyakan anak muda meninggalkan keluarga untuk bekerja di tempat lain.

Uskup Long dan Vien meminta kaum muda untuk menghormati dan menjaga kehidupan mereka sendiri dan orang lain, yang merupakan hadiah tak ternilai dari Allah.

“Tanah leluhur kita, yang tetap miskin, selalu merupakan ibu yang luar biasa yang merangkul dan memelihara kita, dan mengajarkan kita untuk bersatu,” kata mereka.