Misa Jumat Pertama, Menteri Johnny Diajak Jadi Pemimpin yang Melayani

Johnny G Plate. (Foto: Ist)

Katoliknews.com – Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), Johnny G Plate menggelar Misa Jumat pertama, 1 November di kementerian yang baru dipimpinnya.

Rm Rony Neto Wuli Pr, imam yang memimpin Misa itu dalam khotbahnya menekankan agar Johnny menerapkan model pemimpin yang melayani dalam mengemban amanat yang dipercayakan Presiden Joko Widodo kepadanya.

Kualifikasi dari seorang pemimpin yang melayani, demikian menurut Romo Ronny, pertama-tama adalah memiliki kemauan untuk melayani orang lain dan memberi diri secara total kepada organisasi yang dipimpin.

Konsep kepemimpinan yang melayani, yang diperkenalkan pertama kali oleh Robert K. Greenleaf pada tahun 1970-an dalam bukunya yang berjudul, Servant as a Leader, kata Romo Ronny, sebenarnya sudah ditunjukkan Yesus sendiri.

BACA JUGA: Johnny G Plate: Satu-satunya Menteri Beragama Katolik di Kabinet Indonesia Maju

Menyitir kata-kata Yesus dalam Injil Matius 20: 25-28, yang mengingatkan bahwa  “barang siapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barang siapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu,” kata dia, sudah cukup meringkas apa yang dimaksudkan oleh Yesus tentang kepemimpinan yang melayani.

Yesus, jelasnya, tidak sedang berteori, tetapi sungguh-sungguh mempraktekannya secara nyata, dengan menyembuhkan orang sakit, memberi makan ribuan orang, menyapa orang berdosa dengan penuh kasih, mengajar tentang kebajikan dan bahkan membangkitkan orang mati.

Pastor Bantuan Militer Ordinariat Indonesia ini berharap, corak kepemimpinan demikian menjadi spirit yang diterapkan Johnny.

BACA JUGA: Johnny G. Plate: Pernah Sekolah di Seminari dan Aktif di Organisasi Katolik

Sebelum doa umat, Rm Rony secara khusus mendoakan dan memberi berkat kepada Johnny dan Sekjen Kemkominfo, Rosarita Niken Widiastuti.

Ia juga menyerahkan rosario merah-putih yang merupakan titipan dari Ignatius Kardinal Suharyo, Uskup Keuskupan Agung Jakarta.

Sementara itu, Johny G. Plate dalam sambutannya sebelum berkat penutup mengapresiasi gagasan kepemimpinan yang melayani, yang ia sebut sebagai nilai universal yang ditujukan kepada semua orang pada level jabatan atau posisi apapun.

Sebagai orang Katolik, katanya, nilai itu menjadi pijakan dan panduan dalam menghayati panggilan hidup agar menjadi berkah bagi yang lain.

Johny menggarisbawahi bahwa dirinya adalah pembantu Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan visi-misinya di bidang komunikasi dan informatika.

Ia juga mengatakan tantangan yang dihadapi Kemkominfo ke depan tidaklah ringan di tengah kemajuan teknologi informasi yang begitu pesat dan berdampak luar biasa dalam kehidupan manusia zaman ini.

“Saat ini kita sedang bermigrasi dari dunia fisik ke dunia maya dalam bidang apa saja. Untuk itu dibutuhkan sumber daya manusia yang mumpuni di bidang teknologi informasi yang disebut digital talent,” katanya.

BACA JUGA: “Ini Semua Rencana Tuhan,” Reaksi Ayah Johnny Plate Setelah Tahu Anaknya Jadi Menteri

Ia menjelaskan, saat ini Indonesia membutuhkan sekitar 123 juta digital talent dan baru mampu menciptakan 104 juta digital talent.

“Masih ada kekurangan sekitar 9 juta digital talent dan itu harus dicari pada negara-negara lain yang menyediakannya,” ujar Johny.

Johny mengajak seluruh ASN di lingkungan Kemkominfo untuk meningkatkan kerja sama dan kerja keras.

“Mari kita bergandengan tangan dan mengerahkan seluruh energi serta sumber daya yang ada agar teknologi informasi yang kian canggih membawa manfaat bagi kemakmuran dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.

Johnny yang berasal dari Manggarai-Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah satu-satunya menteri beragama Katolik dalam Kabinet Indonesia Maju.

Ia dilantik oleh Presiden Jokowi pada 23 Oktober. Ia merupakan politisi Partai Nasdem dan berlatar belakang sebagai pengusaha.