Uskup di India Bantah Tudingan Punya Anak dan Gelapkan Dana Gereja

"Jika tuduhan itu benar, saya tidak akan diangkat menjadi uskup," kata Uskup William

Uskup Mysore (sekarang Mysuru), Mgr K.A William menghadapi tudingan yang dilayangkan sejumlah imam di keuskupannya, bahwa ia memiliki anak dan menggelapkan uang gereja. (Foto: starofmysore.com)

Katoliknews.com – Seorang uskup di India selatan menampik tuduhan yang dilayangkan sejumlah imam kepadanya bahwa dia memiliki affair dengan perempuan dan menjadi ayah dari dua anak serta menggelapkan uang milik gereja.

Uskup Mysore (sekarang Mysuru), Mgr K.A William mengatakan tuduhan publik itu muncul dari para imam yang telah menentang upaya reformasinya sejak ia memimpin keuskupan pada 2017.

“Tidak ada kebenaran dalam tuduhan itu. Sekelompok [imam] ada di belakangnya karena reformasi administrasi yang saya lancarkan,” kata uskup itu dalam konferensi pers pada 5 November di Mysuru, sebuah kota di negara bagian Karnataka.

Seperti dilansir UCAN, kantor berita Katolik Asia, uskup berusia 54 tahun itu berbicara kepada media setelah 37 dari 100 imam di keuskupannya menulis surat kepada Vatikan dan Kedutaan Vatikan di India serta kepada para kepala badan gereja lainnya di negara itu.

Surat itu menuduh bahwa Uskup William telah melakukan hubungan seksual dengan setidaknya 10 wanita dan dia adalah ayah dari dua anak berusia 12 dan lima tahun.

Surat itu, juga diedarkan di media, meminta adanya tindakan terhadap uskup.

“Jika tuduhan itu benar, saya tidak akan diangkat menjadi uskup,” kata Uskup William kepada media, seperti dilansir UCAN.

Dilahirkan dan dibesarkan di Mysore, ia adalah imam dari keuskupan itu hingga diangkat menjadi uskup pada Januari 2017.

Namun para penentangnya mengatakan bahwa selain pelanggaran seksual, ia juga telah menyalahgunakan dana keuskupan.

Putranya yang berusia 12 tahun disebut sekolah di “sekolah perumahan yang sangat mahal yang hanya dijangkau oleh orang kaya dan elit. Sang ibu menganggur.”

Ibu bocah laki-laki itu adalah seorang Katolik dan menikah dengan pria Katolik, di mana mereka memiliki anak perempuan. Tetapi pernikahan itu “hancur” setelah Uskup William, yang saat itu masih seorang imam, menghamilinya, demikian dugaan para imam.

Mereka juga menuduh uskup menghabiskan dana keuskupan untuk membangun rumah bagi pasangan wanitanya dan anggota-anggota keluarga.

Sementara itu, tiga orang imam melayangkan pengadukan ke polisi terhadap “orang tak dikenal” yang membocorkan kepada media surat tuduhan mereka.

Salah satu dari mereka, Pastor Matali Mutthu, membenarkan bahwa dia termasuk di antara mereka yang mengajukan pengaduan kepada polisi, tetapi dia menolak untuk berbicara lagi tentang hal itu.

Seorang imam yang tidak bersedia namanya disebutkan mengonfirmasi bahwa mereka telah mengirim surat itu ke Vatikan; Duta Besar Vatikan di India, Uskup Agung Giambattista Diquattro, dan kepala konferensi para uskup, Kardinal Oswald Gracias.