Pembangunan Gedung Baru 12 Lantai Milik KWI Telah Dimulai

Ketua KWI, Ignatius Kardinal Suharyo memimpin ibadah peletakan batu pertama pembangunan gedung baru KWI, Kamis, 14 November 2019. (Foto: Ist)

Katoliknews.com – Proses pembangunan gedung baru Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) yang akan memiliki 12 lantai telah dimulai.

Proses peletakan baru pertama dilakukan oleh Ketua KWI, Ignatius Kardinal Suharyo pada 14 November 2019, didampingi oleh Sekretaris Jenderal KWI, Mgr Antonius Subianto Bunjamin.

Acara itu juga dihadiri oleh Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Mgr Pierro Pioppo, pejabat pemerintah dan uskup dari seluruh Indonesia, yang baru saja mengikuti sidang tahunan di Bandung.

“Pembangunan baru ini menandai dimulainya fase baru bagi Gereja Indonesia,” kata Kardinal Suharyo, seperti dilansir UCAN, media Katolik Asia.

Ia menjelaskan, gedung itu akan menandai babak baru dalam sejarah panjang KWI yang dimulai dengan pertemuan lima uskup pada tahun 1924.

Pembangunannya, kata dia, diperlukan karena bangunan tua berlantai empat, yang mulai dibangun pada 1981 dan diresmikan pada tahun 1987 oleh menteri agama saat itu, Munawir Sjadzali, sekarang terlalu kecil untuk menangani tugas administrasi dan layanan gereja yang semakin banyak.

Hal ini, kata dia, membuat KWI harus menggunakan dua bangunan lainnya.

Selain itu, jelasnya, dalam beberapa tahun terakhir, dilakukan renovasi pada beberapa bagian bangunan.

Rina Bambang, koordinator panitia pembangunan mengatakan, dia yakin gedung baru itu – yang berada di Jalan Cut Meutia, Jakarta Pusat – akan menjadi jawaban untuk kebutuhan kantor para uskup.

“Mereka membutuhkan bangunan yang bagus untuk dapat menawarkan layanan yang lebih baik, tidak hanya untuk Gereja tetapi juga dalam membangun sumber daya manusia untuk Indonesia,” katanya.

Dia mengatakan bahwa semua timnya dan para uskup senang bahwa gedung baru akan segera menjadi kenyataan setelah menghadapi berbagai tantangan untuk mendapatkan izin mendirikan bangunan (IMB).

“Meskipun kami menghadapi beberapa tantangan dalam memperoleh izin, hari ini kami dapat mulai membangun, yang merupakan berita besar bagi kami,” katanya, tanpa menjelaskan apa tantangannya.

Dia mengatakan proses pembangunan akan memakan waktu sekitar 18 bulan hingga selesai dan bangunan harus mulai digunakan pada 2021.

Ditanya berapa biaya untuk bangunan itu, ia mengatakan: “Ini rahasia.”