Yenny Wahid Minta Pemda di Sumatera Barat Tindak Tegas Larangan Perayaan Natal

Yenny Wahid: Ini sudah jelas bertentangan dengan konstitusi kita yang menjamin kebebasan dan kesetaraan hak di mata huku. (Foto: Ist)

Katoliknews.com – Yenny Wahid, putri mantan Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur), meminta pemerintah daerah di Sumatera Barat bertindak terkait terkait adanya aturan yang melarang perayaan Natal secara bersama-sama dan terbuka di daerah Dharmasraya.

“Pemda harus lebih tegas, memfasilitasi umat untuk bisa beribadah,” kata Yenny, Minggu, 22 Desember 2019.

Ia pun mempertanyakan perlakuan yang berbeda antara umat beragama yang ingin melaksanakan ibadah dan mengingatkan bahwa pelarangan demikian merupakan pelanggaran terhadap undang-undang.

“Ini sudah jelas bertentangan dengan konstitusi kita yang menjamin kebebasan dan kesetaraan hak di mata hukum,” katanya.

Yenny berharap jangan sampai hak untuk beribadah dilanggar dengan alasan demi mencapai ketertiban.

“Janganlah karena atas nama tujuan untuk menciptakan ketertiban, suasana yang tenang dan aman, tapi hak individu untuk beribadah kemudian dilanggar. Jangan, semua orang punya hak untuk beribadah,” tutur dia.

Sementara itu, terkait informasi adanya kesepakatan terkait larangan tersebut, Yenny pun meminta untuk mengecek apakah perjanjian yang dimaksud memang berupa kesepakatan atau pemaksaan.

“Kesepakatan atau pemaksaan, itu yang harus ditanya dulu. Kalau kesepekatan tapi relasinya timpang, itu bukan kesepakatan, tapi pemaksaan,” jelasnya.