Natal Perdana di Gereja Baru, Umat Santa Clara Kobarkan Spirit Jadi Sahabat bagi Semua Orang

Gereja Santa Clara, Paroki Bekasi Utara. (Foto: Ist)

Katoliknews.com – Pernah mendapat penolakan, didemo berkali-kali saat dibangun, pembangunan Gereja Gereja Santa Clara, Paroki Bekasi Utara akhirnya rampung tahun ini dan telah diresmikan oleh Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dan diberkati oleh Kardinal Ignatius Suharyo pada 11 Agustus 2019.

Tahun ini, umat paroki untuk pertama kalinya merayakan Natal di gereja baru itu.

Gereja Santa Clara mengangkat tema seperti yang disuaakan Konferensi Waligereja Indonesia dan Persatuan Gereja-gereja di Indonesa, Menjadi Sahabat bagi Semua Orang.

Tema ini mengandung pesan bahwa tanpa memandang latar belakang, setiap orang harus dijadikan sahabat.

“Yang namanya bersahabat tentu mereka saling menghargai, menolong, solider, tidak saling menjatuhkan. Dan saya harapkan, umat Santa Clara bersahabat dengan tetangga, teman-teman di RT atau dengan siapa pun,” ujar Romo Raymundus Sianipar, OFMCap, Pastor Paroki, dalam pernyataan tertulis, Selasa, 24 Desember 2019.

Tentang Natal di gereja yang baru, Romo Ray—panggilan akrabnya—menyatakan syukur yang setinggi-tingginya. Menurutnya, memiliki gereja baru membawa tanggung jawab besar pada para pastor, pengurus dan umat seluruhnya.

“Gereja semegah ini harus memberi dampak dalam perkembangan iman ke dalam dan ke luar. Ibarat bunga, ini sudah tiba saatnya untuk mekar dan meniupkan atau menyemburkan aroma wangi. Dan ini adalah bentuk rasa syukur itu,” ujarnya.

“Kita harus menjadi sahabat bagi saudara-saudara di sekitar kita dengan berbagai cara,” tambahnya.

Akan tiba saatnya, tambah Romo Ray, gereja ini menjadi tempat berkunjung semua orang, termasuk yang beragama lain.

“Kita akan memiliki Balai Pengobatan. Selain itu kita akan menciptakan kegiatan-kegiatan yang menggerakkan banyak orang untuk ke sini,” ujar Romo Ray lagi.

Untuk menyambut Natal tahun ini, Panitia Natal yang diketuai oleh Alfons F. Djari selain menyiapkan berbagai hal, juga menyelenggarakan lomba merangkai pohon natal dari barang-barang bekas dan diikuti oleh 13 wilayah.

Para peserta dimotivasi untuk berkreasi semaksimal mungkin dan menyampaikan pesan-pesan berbasis keinginan untuk menjadi sahabat bagi semua orang, menjaga lingkungan dan ajakan untuk rukun.

Keluar sebagai juara adalah Wilayah Fidelis (juara 1), Wilayah Konradus (juara 2) dan Wilayah Thomas (juara 3). Masing-masing mendapatkan hadiah yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan bersama di wilayah.

Misa akan dilakukan sebanyak 4 kali. Untuk Malam Natal, Misa digelar pukul 17.00 WIB dan pukul 21.00 WIB. Sedangkan untuk Hari Natal, Misa pertama pukul 7.00 WIB dan Misa kedua pukul 9.30 WIB.