Pastor Hendrik Makus SVD secara simbolis menyerahkan 100 sak semen untuk pembangunan Masjid Jami Nurul Huda Maumbawa di Kecamatan Golewa Selatan, Kabupaten, Ngada, Flores, Kamis, 2 Januari 2020. (Foto: dok. Pastor Hendrik)

Bajawa, Katoliknews.com  – Seorang imam Katolik di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) ikut membantu pembangunan sebuah masjid, langkah yang ia sebut sebagai upaya mewujudkan pesan Natal terkait bagaimana menjadi sahabat bagi semua orang.

Pastor Hendrik Maku SVD, yang merupakan dosen di Sekolah Tinggi Filsafar Katolik (STFK) Ledalero, Maumere menyumbang 100 sak semen untuk pembangunan Masjid Jami Nurul Huda Maumbawa di Kecamatan Golewa Selatan, Kabupaten Ngada.

Semen tersebut ia serahkan langsung kepada panitia pembangunan masjid pada Kamis, 2 Januari 2020.

Ia mengatakan, sumbangan tersebut merupakan salah satu bentuk implementasi pesan Natal tahun 2019 yang diusung Gereja Katolik di Indonesia, yakni “Hiduplah sebagai Sahabat dengan Semua Orang.”

Pastor Hendrik menjelaskan, agama sejatinya bukan tembok yang membatasi penganutnya dalam membangun kerja sama.

“Agama adalah jembatan menuju perdamaian dan kerja sama demi kemaslahatan banyak orang,” kata imam tersebut kepada Katoliknews.com melalui sambungan telepon pada Jumat, 3 Januari.

Ia menyebut, perbedaan dalam kehidupan sosial, termasuk dalam hal agama adalah sebuah keniscayaan dan karena itu sangat ironis kalau masih ada pihak yang mempersoalkan perbedaan.

Menurutnya, umat beragama mesti bisa merasakan adanya keindahan di balik perbedaan.

“Umat beragama mesti bisa menikmati indahnya pelangi kehidupan yang dibingkai aneka ragam agama dan keyakinan,” katanya.

Hasan Ibrahim, penasihat Masjid Jami Nurul Huda Maumbawa mengungkapkan banyak terima kasih untuk sumbangan Pastor Hendrik dan menyebutnya sebagai amal jariyah.

“Amal jariyah adalah amal yang akan mendatangkan pahala kekal. Amal tersebut akan menginspirasi banyak orang untuk melakukan amal yang sama,” ungkap Hasan. 

Bene Molo, Ketua Dewan Pembina Paroki Mangulewa mengatakan, apa yang dilakukan oleh Pastor Hendrik adalah bentuk toleransi yang nyata.

“Toleransi jangan hanya di atas mulut, tetapi harus bisa dikonkretkan seperti yang dilakukan oleh Pastor Hendrik,” kata Bene. 

Laporan Ris, Maumere