Kebutuhan Imam Meningkat, Vietnam Bangun Seminari Tinggi Baru

Uskup Peter Nguyen Van De menyemprotkan air suci ke tanah di mana seminari tinggi baru sedang dibangun pada upacara 1 Januari di Kota Thai Binh. (Foto milik giaophanthaibinh.org)

Katoliknews.com – Sebuah keuskupan di Vietnam utara memulai pembangunan seminari tinggi yang besar untuk memenuhi kebutuhan yang meningkat akan formasi para imam.

Pada 1 Januari, Uskup Thai Binh, Mgr Peter Nguyen Van De SDB memimpin upacara pembukaan untuk membangun gedung Seminari Tinggi Hati Kudus di pinggiran Kota Thai Binh. Ratusan orang dan dermawan menghadiri acara tersebut.

Uskup De mengatakan formasi imamat adalah tugas Gereja lokal, yang membutuhkan para imam untuk menyelamatkan dunia.

Sebagaimana dilansir UCAN, media Katolik Asia, dia mendesak semua orang untuk memberikan bantuan keuangan dan bekerja sama menyelesaikan pembangunan seminari untuk memenuhi meningkatnya kebutuhan untuk menyiapkan para imam.

Uskup Salesian itu mengatakan keluarga-keluarga setiap menyumbangkan sedikitnya 50.000 dong atau sekitar 30 ribu rupiah untuk pembangunan seminari itu.

Dia mengatakan seminari baru akan menggantikan gedung lama, yang dalam kondisi buruk dan tidak cukup untuk menampung 183 siswa.

Sejak 2017, setengah dari seminaris belajar di seminari lama dan sisanya belajar di Rumah Uskup. Situasi ini menyebabkan banyak kesulitan bagi siswa dan guru.

Uskup De, 74, mengatakan adalah mendesak untuk membangun gedung baru.

Pastor Joseph Tran Xuan Chieu, ketua panitia pembangunan mengatakan bangunan tua itu dihancurkan pada bulan November dan banyak orang termasuk non-Katolik secara sukarela membersihkan tanah untuk fondasi bangunan baru.

Pastor Chieu mengatakan bangunan baru berbentuk U dengan enam lantai termasuk kapel, perpustakaan, dan ruang pertemuan di atas lahan 17.000 meter persegi dan dikelilingi oleh patung, tanaman, danau, dan fasilitas olahraga.

Menurut sejarah, seminari lama dibangun pada tahun 1937, satu tahun setelah pendirian keuskupan. Seminari ditutup beberapa kali karena perang dan kelaparan massal.

Pada tahun 1972, pemerintah komunis mengizinkan mendiang Uskup Dominic Mary Dinh Duc Tru untuk memberikan kursus bagi sembilan seminaris dan enam imam di seminari itu. Mereka lulus pada tahun 1977.

Tidak ada kursus yang diselenggarakan sampai 2008 ketika mendiang Uskup Francis Xavier Nguyen Van Sang mendapat izin pemerintah untuk membuka kembali seminari dan menawarkan kursus penyegaran tiga tahun kepada 30 seminaris lanjut usia. Setelah itu, seminari diizinkan untuk merekrut siswa baru dari keuskupan dan tempat-tempat lain.

Pada 7 Desember, Uskup De menahbiskan 26 seminaris sebagai diakon dan 11 lainnya sebagai imam. Mereka adalah siswa pertama yang menyelesaikan studi elapan tahun dalam bidang filsafat dan teologi yang diadakan di seminari sejak dibuka kembali pada 2008.

Keuskupan Thai Binh memiliki 138 imam yang melayani 160.000 umat Katolik di provinsi-provinsi Thai Binh dan Hung Yen.