Pertemuan Tahunan Frater-frater OFM Libatkan OMK

Pada Sabtu malam, 4 Januari 2020 para OMK berbaur dengan para frater menyaksikan drama musikal, orasi budaya, talk show, deklamasi puisi dan tari tradisional.

Frater OFM sedang memandu acara dalam pentas seni di Novisiat OFM Depok, Jawa Barat yang melibatkan OMK dari beberapa paroki pada Sabtu malam, 4 Januari 2020. (Foto: Fr Sulaiman Otor OFM)

Depok, Katoliknews.com – Aula Novisiat OFM di Depok, Jawa Barat, tampak ramai pada Sabtu malam, 4 Januari 2020.

Di tempat yang dikenal dengan sebutan Novisiat Transitus itu digelar pentas seni, bagian dari rangkaian acara pertemuan tahunan Forum Komunikasi Saudara-saudara Muda OFM Indonesia (Forkasi) yang sudah dimulai sehari sebelumnya.

Saudara Muda adalah sebutan khas intern Ordo Fransiskan bagi frater atau bruder yang berkaul sementara, yang selama ini menjalani studi di Jakarta dan Yogyakarta.

Tahun ini, untuk kedua kalinya, acara itu melibatkan Orang Muda Katolik (OMK) dari lima paroki di Jawa yang dilayani para Fransiskan, yakni Paroki Hati Kudus Kramat dan Paroki St. Paskalis Cempaka Putih – keduanya di Keuskupan Agung Jakarta – serta tiga lainnya dai Keuskupan Bogor, yakni Paroki St. Petrus Cianjur, Paroki St. Paulus Depok dan Paroki St. Maria Ratu Para Malaikat Cipanas.

Pada Sabtu malam, para OMK berbaur dengan para frater menyaksikan drama musikal, orasi budaya, talk show, deklamasi puisi dan tari tradisional.

Pertemuan Forkasi tahun ini bertajuk “Aku, Fransiskan yang Meraga,” tema yang terinspirasi dari spirit peringatan 90 tahun kehadiran para Fransiskan meraga dan berkarya di Nusantara.

Fr Stefan Nampung, Ketua Forkasi mengatakan, rencana awalnya temu akbar hanya melibatkan Saudara Muda dan novis, tetapi dalam perkembangannya melibatkan OMK agar mereka melihat dan mengenal lebih dekat Saudara Muda yang menghidupi spirit hidup St. Fransiskus Assisi.

“Puji Tuhan, kalau ada orang muda yang kemudian merasa terpanggil untuk hidup membiara,” katanya.

Pastor Berto Jandu OFM, Pastor Paroki St. Paulus Depok dalam sambutannya menjelaskan, sukacita persaudaraan adalah spirit utama St. Fransiskus Assisi dalam relasinya dengan seluruh ciptaan.

Spirit ini, kata dia, juga mesti menjadi semangat dasar yang mempersatukan semua yang hadir.

Dia mengatakan bersyukur dan bergembira karena menyaksikan banyak orang muda yang terpanggil untuk berkumpul bersama.

“Di tengah aneka macam tantangan perbedaan masa kini, kalian orang-orang muda adalah harapan Gereja untuk menjadi saksi persaudaraan dan sukacita Injili,” katanya.

Ia menambahkan, lewat perjumpaan itu Saudara Muda dan OMK dapat belajar satu sama lain.

Ia menyebut tema acara itu tepat untuk menunjukkan bahwa spirit fransiskan bukanlah sesuatu yang abstrak.

“Teman-teman OMK dapat belajar dari indahnya persaudaraan dan sukacita Injili dalam keberagaman para Saudara Muda. Frater-frater ini adalah gambaran Indonesia mini. Kenyataan ini tidak mengaburkan identitas budaya karena spirit fransiskan yang meraga itulah yang menjaga ikatan persaudaraan,” kata imam asal Manggarai, Flores ini.

“Demikian pula, kehadiran teman-teman OMK pada malam ini menunjukkan dukungan umat beriman (Gereja) bagi para Saudara Muda untuk semakin bertekun dalam cara hidup fransiskan religius. Semoga kalian dapat menghidupi spirit ini dan menjadi saksi Kristus di mana saja kamu berada,” tandasnya.

Pastor Oki Dwihatmanto OFM, magister para novis di Novisiat Transitus mengatakan, melibatkan OMK dalam acara itu adalah sejalan dengan hasil Kapitel Provinsi St. Mikael Malaikat Agung OFM Indonesia pada  September lalu yang terarah pada dua hal, yakni karya-karya Fransiskan yang memberi perhatian atau pendampingan bagi orang-orang muda dan kedua dalam rangka formatio melibatkan Saudara Muda dalam pendampingan bagi kaum muda.

“Dengan mengundang dan melibatkan OMK dalam temu akbar Saudara Muda, acara ini merangkum hasil kapitel dalam satu kegiatan yang kaya akan spirit Fransiskan,” kata imam kelahiran Magelang ini.

“Harapannya, para OMK menemukan inspirasi yang baik dari kegiatan ini. Kemudian, ada tindak lanjutnya dalam kegiatan para OMK di paroki masing-masing.”

Acara ini meninggalkan beragam kesan bagi para frater, juga OMK.

OMK berbaur dengan para frater OFM menyaksikan pentas seni pada Sabtu malam, 4 Januari 2020. (Foto: Fr Sulaiman Otor OFM)

Fr. Yusuf Raditya OFM, seorang novis menyatakan, acara ini membangkitkan kesadarannnya akan keanekaragaman sekaligus pentingnya mengidupi spirit persaudaraan fransiskan.

“Saya orang Jawa yang memilih masuk OFM. Dalam spirit Fransiskan yang beranekaragam, saya belajar untuk mensyukuri, terbuka, dan memahami kekayaan khazanah budaya Nusantara,” kata novis kelahiran Jogja ini.

Jason Wijaya, OMK dari Paroki St. Paskalis mengatakan, meskipun sedang musim hujan, ia tetap datang karena tahun lalu juga ikut acara ini dan kala itu sangat terkesan.

“Dengan adanya acara ini, sekurang-kurangnya kami juga belajar dari spirit Fransiskan yang menghargai keberagaman. Intinya, bersyukur dengan keberagaman kita semua,” katanya.

“Harapannya, kita dapat melibatkan frater-frater dalam kegiatan OMK di paroki.”

Angela Tyas Manna, OMK lain dari Paroki St. Bonaventura, Pulomas Jakarta mengatakan hadir dalam acara itu setelah mendapat informasi dari frater kenalannya.

Ia mengaku terkesan dengan konsep acara yang menonjolkan indahnya keberagaman serta kemampuan para frater menampilkan acara.

“Sayangnya, waktunya singkat jadi belum sempat kenalan sama teman-teman OMK dari paroki lain,” katanya.

Pertemuan Forkasi ini akan berlangsung hingga Selasa, 7 Januari.

Hanya pentas seni yang melibatkan OMK, sementara acara lainnya seperti rekoleksi, lectio divina, sharing panggilan serta turnamen Forkasi Cup hanya diikuti oleh Saudara Muda dan para novis, yang jumlahnya mencapai 75 orang, termasuk seorang Bruder Kapusin yang sedang studi dan tinggal di Biara OFM di Jogja.

Laporan Fr Sulaiman Otor OFM