Gereja di Filipina Mobilisasi Bantuan untuk Korban Letusan Gunung Taal

Gunung Taal di Filipina erupsi pada pekan ini, yang memaksa warga mengungsi. (Foto: Ist)

Katoliknews.com – Konferensi Waligereja Filipina mendesak paroki-paroki di seluruh negara mayoritas Katolik itu mengumpulkan kolekte kedua demi membantu para korban letusan Gunung Taal.

Uskup Agung Davo, Mgr Romulo Valles, Ketua Konferensi Waligereja Filipinan mengatakan dalam sebuah surat pastoral bahwa umat Katolik dipanggil untuk melakukan “tindakan amal dan solidaritas” karena ribuan orang meninggalkan rumah mereka tanpa bekal yang cukup.

“Selama situasi yang sangat sulit ini … kami mendorong untuk melakukan tindakan solidaritas,” katanya dalam surat yang ditujukan kepada sesama uskup dan administrator keuskupan, seperti dilansir UCAN, media Katolik Asia.

Pada 14 Januari, pihak berwenang mendesak “evakuasi total” dari hampir satu juta orang ketika Gunung Taal, sekitar 60 kilometer dari Manila, terus memuntahkan abu hingga 14 kilometer ke udara.

Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina memperingatkan bahwa “letusan parah” dapat terjadi dalam beberapa jam atau beberapa hari mendatang.

Pada 13 Januari, lebih dari 25.000 orang mencari perlindungan di pusat-pusat evakuasi sementara yang didirikan oleh pemerintah.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan memperkirakan bahwa sekitar 459.000 orang tinggal dalam radius 14 kilometer di sekitar gunung berapi, sementara lebih dari 930.000 orang tinggal di “zona bahaya” seluas 17 kilometer.

Pihak berwenang mengatakan penduduk di daerah terdekat paling berisiko dari dampak letusan, termasuk kemungkinan tsunami vulkanik di danau yang mengelilingi gunung berapi itu.

Uskup Agung Valles mengatakan, keuskupan agung dan keuskupan di seluruh negara itu perlu mengumpulka kolekte kedua selama Misa dan memberikannya kepada gereja-gereja lokal yang paling terkena dampak.

Di Keuskupan Agung Manila, Kardinal Luis Antonio Tagle mengeluarkan surat pastoral yang meminta agar kolekte kedua diadakan dalam semua Misa mulai 18 Januari.

Konselor Keuskupan Agung Manila, Pastor Reginald Malicdem mengatakan intensi doa juga akan  disampaikan “agar letusan bisa berakhir dan semua bisa aman.”

Uskup Agung Caceres, Mgr Rolando Tirona juga membuat permohonan mendesak untuk berdoa dan memberi dukungan keuangan.