Mendikbud: Keberagaman Suku, Agama dan Budaya Anugerah Tuhan yang Tidak Ternilai

Mendikbud Nadiem, Kardinal Suharo, Romo Darmin dan beberapa pejabat lain sedang mengobrol sebelum acara Natal bersama dimulai. (Foto: DM)

Katoliknews.comMenteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim menyebut keberagaman suku, agama dan budaya di Indonesia adalah anugerah Tuhan yang tidak ternilai dan karena itu perlu disyukuri.

Ia menyampaikan hal itu saat memberikan sambutan dalam acara Natal bersama yang digelar kementeriannya pada Jumat, 17 Januari 2020.

Acara itu mengusung tema “Melalui Semangat Natal, Kita Wujudkan Sumber Daya Manusia Unggul dan Berkarakter.”

Uskup Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo ikut hadir dalam acara itu bersama perwakilan dari Gereja Protestan, Pendeta Willem TP Simarmata dan Ketua Presidium Majelis Nasional Pendidikan Katolik, Rm Vinsensius Darmin Mbula OFM.

Mengutip tema Natal tahun 2019 yang dirumuskan Konferensi Waligereja Indonesia dan Persatuan Gereja-gereja Indonesia “Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang,” Nadiem mengataka kepada para undangan adalah “berkah yang luar biasa kita diberi kesempatan untuk berkarya di bidang pendidikan dan kebudayaan dalam mewujudkan program pemerintah saat ini yaitu, SDM yang unggul dan berkarakter.”

“Keberagaman suku agama dan budaya bangsa Indonesia bukanlah suatu  hambatan, melainkan merupakan anugerah Tuhan yang tidak ternilai,” katanya.

Ia menyebut, “tidak mungkin ada SDM yang unggul dan berkarakter tanpa keberagaman.”

“Kebersamaan dalam keberagaman merupakan kekuatan bagi bangsa Indonesia unruk mewujudkan kehidupan yang bersatu, bergotong royong berdaulat, adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 45,” katanya.

Ia pun mengajar seluruh insan Kemendikbud untuk membangun solidaritas dan sinergitas dalam menyatukan keberagaman sehingga terwujud proses pembelajaran yang berkarakter.

BACA JUGA: Jangan Hanya Kejar Kecepatan, Lupa Kedalaman: Pesan Kardinal Suharyo Saat Natal Bersama di Kemendikbud

“Marilah kita menghindari hal-hal yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa karena keberagaman merupakan anugerah yang terindah,” kata Nadiem.

Kepada umat Kristiani di kementeriannya, ia berpesan agar mereka “bekerja dan berkarya” dengan “hidup sebagai sahabat bagi semua orang untuk mewujdukan SDM unggul dan berakrakter.”