Peace Train Indonesia, Ajang Bagi Pemuda Berbagai Agama Belajar Tentang Toleransi

Dalam foto ini tampak peserta Peace Train Indonesia (PT) tahun 2018. Tahun ini, PTI kembali digelar dengan tujuan kota Cirebon, Jawa Barat. (Foto: Swarnainstitute.org/)

Katoliknews.comPeace Train Indonesia (PTI) kembali digelar untuk yang ke-10 kalinya, dengan peserta mencapai 40 orang.

PTI adalah program traveling lintas-agama dengan menggunakan kereta api, menuju ke satu kota yang telah ditentukan.

PTI digagas oleh Indonesia Conference for Religion and Peace (ICRP) bekerja sama dengan sejumlah lembaga agama dan organisasi pendukung kebebasan beragama dan berkeyakinan.

Tujuan PTI kali ini yang berlangsung pada 24-26 Januari 2020 adalah Cirebon, Jawa Barat.

Dalam keterangan pers yang diterima Katoliknews.com, Jumat, 24 Januari, dijelaskan bahwa di Cirebon, peserta yang berasal dari berbagai agama akan mengunjungi komunitas agama-agama, komunitas penggerak perdamaian, rumah-rumah ibadah, dan tokoh-tokoh yang dianggap sebagai aktor penting toleransi dan perdamaian antaragama.

“Mereka juga akan berproses untuk saling belajar, berbagi cerita, berdialog, bekerja sama, mengelola perbedaan, berkampanye, dan menuliskan pengalaman perjumpaan dalam semangat kebersamaan dan persaudaraan.”

Ahmad Nurcholish, Deputy Direktur ICRP yang juga salah seorang penggagas Peace Train Indonesia mengatakan, “kita ingin anak-anak muda dari berbagai agama itu saling mengenal satu sama lain, berbagi cerita tentang pengalaman dan tantangan dalam merawat kebinekaan dan mewujudkan perdamaian.”

“Sebab di tangan merekalah masa depan Indonesia mendatang,” katanya.

Majelis Pengurus Harian Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Abdiel Fortunatus Tanias berharap melalui PTI ini ini generasi muda Indonesia, secara khusus dari Kristen, berkesempatan belajar membuka diri dan berinisiatif untuk mengenal, membangun relasi, bergandeng tangan bersama anak-anak muda lain dari berbagai latar belakang agama.

“Saat ini kita membutuhkan anak-anak muda yang memiliki jiwa kepemimpinan dengan integritas yang kuat, di mana salah satu karakter yang harus dimiliki adalah inisiatif untuk berpikir dan bersikap terbuka dalam membangun persahabatan dengan mengedepankan kepentingan bersama,” imbuh Abdiel.

Ia menyatakan, sebagai bangsa yang bhinneka, kita belum secara sengaja, serius dan terencana belajar menjadi Indonesia yang berbhinneka  tunggal ika.

“PTI menjadi salah satu upaya membangun ruang perjumpaan antara sesama anak bangsa yang berbeda. Masa depan Indonesia, sesungguhnya terletak dari seberapa mampu membuka ruang-ruang perjumpaan seperti ini,” tandasnya.

Para peserta acara ini akan menempuh rute dari Stasiun Gambir, Jakarta menuju Cirebon pada Jumat sore.

Di Cirebon peserta juga akan merayakan acara Tahun Baru Imlek 2020.

Acara ini akan dihadiri oleh sejumlah tokoh agama dari berbagai agama di Jakarta dan sekitarnya seperti Abdiel Fortunatus Tanias (MPH PGI), Nia Sjarifuddin (Direktur ANBTI), Pendeta Darwin Darmawan, Raja Juli Antony (tokoh muda, Sekjen PSI), serta sejumlah aktivis muda lintas-agama dan alumni PTI sebelumnya.