Paus Fransiskus: Bacalah Kitab Suci Setiap Hari

“Mari kita tetap membiarkannya terbuka di meja kita, membawanya di saku kita, membacanya di ponsel kita, dan biarkan itu menginspirasi kita setiap hari."

Paus Fransiskus merayakan Misa pada Hari Pertama Hari Sabda Allah, Minggu, 26 Januari 2020. (Foto: Daniel Ibanez/CNA)

Katoliknews.comPaus Fransiskus mengajak semua orang untuk mendekatkan diri dengan Kitab Suci sebagai inspirasi bagi hidup sehari-hari.

“Mari kita beri ruang dalam hidup kita untuk firman Tuhan. Setiap hari, mari kita membaca satu atau dua ayat Kitab Suci,” katanya.

“Mari kita tetap membiarkannya terbuka di meja kita, membawanya di saku kita, membacanya di ponsel kita, dan biarkan itu menginspirasi kita setiap hari,” kata paus asal Argentina itu dalam homili saat Misa Minggu, 26 Januari 2020.

Ia mengatakan, “Tuhan memberi Anda firman-Nya, sehingga Anda dapat menerimanya seperti surat cinta yang telah ia tulis kepada Anda, untuk membantu Anda menyadari bahwa ia ada di pihak Anda.”

“Firman-Nya menghibur dan mendorong kita. Pada saat yang sama itu menantang kita, membebaskan kita dari ikatan keegoisan kita dan memanggil kita untuk bertobat, karena firman-Nya memiliki kekuatan untuk mengubah hidup kita dan untuk menuntun kita keluar dari kegelapan menuju terang,” kata paus seperti dilansir Catholic News Agency.

Minggu kemarin adalah Hari Minggu Sabda Allah yang pertama yang telah ditetapkan Paus Fransiskus untuk dirayakan setiap setiap tahun di seluruh dunia pada hari Minggu ketiga dari Pekan Biasa.

“Pada hari Minggu pertama dari Firman Tuhan ini, mari kita pergi ke akar dari khotbah-Nya, ke sumber dari kata-kata yang menghidupkan,” kata paus.

“Kita membutuhkan kata-kata-Nya: agar kita dapat mendengar, di tengah ribuan kata-kata lain dalam kehidupan kita sehari-hari, bahwa satu kata yang berbicara kepada kita bukan tentang hal meteri, tetapi tentang kehidupan,” katanya.

Paus merefleksikan khotbah Yesus dalam Injil Matius: “Bertobatlah sebab Kerajaan Surga sudah dekat.”

“Kita sekarang dapat memahami tuntutan langsung yang Yesus sampaikan: ‘Bertobat,’ dengan kata lain, ‘Ubah hidupmu.’ Ubah hidupmu, karena cara hidup baru telah dimulai. Waktu ketika Anda hidup untuk diri sendiri sudah berakhir; sekarang adalah waktu untuk hidup bersama dan untuk Tuhan, dengan dan untuk orang lain, dengan dan untuk cinta. Hari ini Yesus mengucapkan kata-kata yang sama kepada Anda,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa Yesus mulai berkhotbah dari pinggiran di Galilea, melewati “semua daerah yang beragam dan kompleks.”

Dengan cara yang sama, kata dia, Kristus tidak takut untuk menjelajahi medan yang sulit di hati kita.

“Di sini ada pesan untuk kita: firman keselamatan tidak mencari tempat yang tidak tersentuh, bersih dan aman. Sebaliknya, ia memasuki tempat-tempat yang kompleks dan tidak jelas dalam hidup kita,” kata paus.

“Sekarang, seperti itu, Tuhan ingin mengunjungi tempat-tempat yang kita pikir Dia tidak akan pernah kunjungi. Seberapa sering kita adalah orang-orang yang menutup pintu, lebih memilih untuk menjaga kebingungan kita, sisi gelap kita dan kebohongan kita yang tersembunyi. Kita menyimpannya terkunci di dalam, mendekati Tuhan dengan doa-doa hafalan, tidak mau kebenarannya menggerakkan hati kami,” katanya.

Pada akhir Misa, Paus Fransiskus secara simbolis memberikan Alkitab kepada 40 orang.

“Untuk mengikuti Yesus, hanya perbuatan baik saja tidak cukup; kita harus mendengarkan setiap hari panggilan-Nya. Dia, yang sendir mengenal kita dan yang mencintai kita sepenuhnya, menuntun kita untuk memasuki kehidupan yang dalam,” katanya.

“Kita akan menemukan bahwa Tuhan dekat dengan kita, bahwa dia mengusir kegelapan kita dan dengan kasih yang besar, menuntun hidup kita ke air yang dalam,” kata Paus Fransiskus.