Virus Corona Telah Menewaskan 106 Orang, Pasien Terinfeksi Terdata di 16 Negara

Tim medis memeriksa seorang pasien yang terinfeksi virus corona di Rumah Sakit Jinyintan Wuhan pada 26 Januari 2020.(EPA-EFE/STR)

Katoliknews.comKorban yang tewas akibat terserang virus corona mengalami peningkatan drastis hanya dalam hitungan jam.

Xinhua, media di China menyatakan, hingga Selasa, 28 Januari 2020 korban tewas mencapai 106 orang, meningkat dari 82 orang yang dilaporkan sebelumnya. Itu berarti ada 26 kasus kematian baru dalam waktu 24 jam.

Sementara itu, di negara tersebut lebih dari 4.193 orang lainnya telah terkonfirmasi positif terinfeksi virus tersebut. 

China telah memperketat dan melakukan pembatasan perjalanan untuk mencegah penyebaran virus lebih luas.  Kota Wuhan yang dianggap menjadi pusat penyebaran virus pun telah diisolasi.

Informasi terkait penyebaran virus ini pun terus diperbarui. Salah satunya disampaikan oleh media pemerintah, People’s Daily.

Jumlah orang-orang yang terinfeksi di dunia pun semakin meningkat. Terbaru, Sri Lanka, Jerman, dan Kamboja mengonfirmasi kasus virus corona pertama yang terjadi di negara tersebut.

Hingga kini, total negara yang telah terdeteksi memiliki virus corona menjadi 16 negara, yakni China, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Singapura, Australia, Thailand, Amerika Serikat, Kamboja, Malaysia, Nepal, Kanada, Sri Lanka, Perancis, Vietnam dan Jerman.

Untuk di Indonesia, belum ada kasus yang ditemukan, meski sempat muncul beritanya adanya dugaan orang yang terpapar virus ini.

Kementerian Kesehatan mengungkap bahwa pihaknya melakukan observasi terhadap sejumlah orang terkait penyebaran virus corona dari China, serta menunggu hasil uji laboratorium terhadap beberapa kasus-kasus baru.

Di Indonesia, Pusat Penelitian dan Pengembangan milik Kemenkes adalah satu-satunya pihak yang dapat memastikan keberadaan jenis baru virus itu.

Kemenkes sebelumnya telah memastikan bahwa ada 100 rumah sakit rujukan yang mampu menangani pasien jika memang ada yang terkonfirmasi terjangkiti virus itu.

Seiring dengan terus meningkatnya jumlah korban, pemerintah Indonesia juga meningkatkan upaya pencegahan, termasuk memastikan berjalannya proses pendeteksian virus yang memadai.

Anung Sugihantono, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Kemenkes, mengatakan, para petugas kesehatan dipastikan mengikuti standar operasional kerja sesuai mekanisme pemeriksaan laboratorium WHO.

Seperti dilansir BBC Indonesia, Anung mengatakan pemerintah juga meningkatkan kewaspadaan pada seluruh pintu masuk negara.

Di luar penggunaan alat pemidai suhu tubuh (thermal scan), kata Anung, para petugas karantina dari Kantor Kesehatan Pelabuhan juga sudah mulai mengambil langkah yang lebih proaktif dan memeriksa kedalam pesawat jika dibutuhkan.

“Kalau thermal scan itu statis. Kita sekarang sudah mulai masuk ke pesawat, khususnya adalah pesawat-pesawat yang datang dari China,” ujar Anung.

Ia menambahkah bahwa beberapa titik pintu masuk negara juga sudah dipersiapkan dengan alat-alat pelindung diri (APD) bagi para petugas.

Anung juga mengatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan sebanyak 21 alat capsule transport untuk membawa pasien yang terduga terinfeksi novel coronavirus dari titik kedatangan masuk Indonesia.

Kasus virus ini telah menyita perhatian Paus Fransiskus. Pada Minggu, 26 Januari, ia berdoa khusus bagi para korban meninggal dan semua yang sudah terinfeksi.

Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah China yang sedang berjuang keras meredam penyebaran virus ini.

BACA: Paus Fransiskus Berdoa Bagi Korban Virus Corona

“Saya ingin berdoa untuk orang-orang yang sakit karena virus yang telah menyebar ke seluruh Tiongkok,” kata Paus Fransiskus di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Minggu, 26 Januari 2020.

“Semoga Tuhan menyambut mereka yang meninggal karena virus itu dalam kedamaiannya, menghibur keluarga mereka dan menguatkan masyarakat Cina yang sedang memeranginya,” katanya, seperti dilansir Vaticannews.va.