Menang Gugatan, Tanah Sekitar Gua Maria Siti Bitauni Sah Milik Keuskupan Atambua

Gua Maria Siti Bitauni, di Desa Bitauni, Kecamatan Insana, Kabupaten TTU, NTT

Katoliknews.com – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kefamenanu Kelas II memutuskan tanah di sekitar Gua Maria Siti Bitauni yang terletak di Desa Bitauni, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi menjadi milik Keuskupan Atambua.

Keputusan dalam sidang yang digelar pada Selasa 28 Januari 2020 itu diberikan usai pengadilan menggurkan gugatan dari tiga penggugat tanah tersebut karena ketidakhadiran mereka dalam tiga kali persidangan. Mereka adalah Gregorius Tabeo, Gabriel Anunut dan Nikolaus Gerardus Salu.

Yoseph Maisir, kuasa hukum Keuskupan Atambua, menjelaskan, sidang tersebut bahkan sempat diskors sekitar setengah jam karena tidak ketidakhadiran penggugat, hingga majelis hakim akhirnya membacakan putusan.

“Dengan gugurnya gugatan para penggugat, dengan sendirinya tanah obyek sengketa dalam hal ini, Gua Bitauni dan sekitarnya sah milik Gereja Katolik Keuskupan Atambua,” katanya usai persidangan di Pengadilan Negeri Kefamenanu seperti dilansir Pos Kupang.

“Konsekuensinya, para penggugat kehilangan haknya dan para tergugat memiliki haknya atas tanah itu,” tambahnya.

Faktanya, kata dia, sampai saat ini penguasaan terhadap obyek sengketa itu ada di pihak tergugat,  yakni Keuskupan Atambua.

Maisir juga mengaku sangat kecewa dengan sikap para penggugat yang tidak dapat mengikuti persidangan sampai selesai.

Ia pun berharap kasus ini dapat memberikan pembelajaran bagi seluruh masyarakat agar taat hukum agar bertanggung jawab setelah menggugat pihak lain.

“Jangan kemudian asal menggugat,” katanya. “Kita harus bertanggung jawab terhadap apa yang kita gugat,” tegasnya.

Sebelumnya, pada Desember 2019, Keuskupan Atambua digugat secara perdata oleh tiga penggugat  dan menuntut uang ganti rugi sebesar Rp 1,3 miliar rupiah.

BACA: Keuskupan Atambua Digugat Rp 1,3 Miliar Terkait Tanah di Sekitar Gua Maria

Saat itu, pihak tergugat terdiri dari Uskup Emeritus Atambua, Mgr Antonius Pain Ratu; Uskup Atambua, Mgr Dominikus Saku, Pastor Donatus Tefa dan Pastor Gerardus Salu.

Selain uskup dan imam, empat orang umat juga turut menjadi tergugat, yakni L. Taolin selaku ahli waris dari L.A.N Taolin dan Marta Soko ahli waris dari Antonius Atolan, Bernadeta Taneo selaku ahli waris dari Leu Taneo dan Nikolas Tab selaku ahli waris dari Timotius Sikone.