Uskup Berusia 98 Tahun di China Diisolasi, Diduga Terinfeksi Virus Corona

Uskup Joseph Zhu Baoyu, 98, dari Keuskupann Nanyang diisolasi karena diduga terinfeksi virus corona. (Foto: Asianews.it)

Katoliknews.com – Seorang uskup di China diisolasi karena diduga terinfeksi virus corona.

Menurut laporan UCA News, media Katolik Asia, Uskup Joseph Zhu Baoyu dari Keuskupan Nanyang dikarantina di Nanyang Second General Hospital setelah menderita deman pada Minggu, 2 Februari.

“Namun, belum dipastikan apakah ia terkena infeksi (virus corona),” demikian menurut UCA News, Selasa, 4 Februari.

Seorang umat Katolik di Keuskupan Nanyang, yang namanya tidak mau disebut mengatakan, sebelumnya, seorang imam dari Keuskupan itu telah dipastikan terkena virus corona.

Pastor Ma Yuxing, nama imam itu sempat ke Wuhan pada 11 Januari dan kembali ke Nanyang keesokan harinya. Wuhan adalah tempat pertama kali virus corona ditemukan pada 12 Desember 2019

Imam berusia 62 tahun itu didiagnosis pada 24 Januari dan sekarang diisolasi di Rumah Sakit Pusat Nanyang.

Uskup Zhu diduga terkena karena sentuhan dengan asisten pribadi dan keponakannya, yang sebelumnya sudah terinfeksi dari Pastor Ma.

Asisten uskup itu mengalami gejala terkena virus pada 23 Januari dan terkonfirmasi pada 29 Januari. Dia dirawat secara terpisah di Rumah Sakit Pusat Nanyang.

Infeksi akibat virus ini, yang belum diketahu obatnya, dapat berakibat fatal bagi orang dengan kekebalan tubuh yang buruk, terutama anak-anak dan orang tua, demikian menurut para ahli.

Wabah virus corona di China telah memaksa Gereja Katolik menangguhkan pelayanan sakramen, termasuk Misa pada Hari Minggu, untuk menghindari penyebarannya.

Uskup Li Shan dari Beijing telah meminta para pastor dan suster di wilayahnya mengingatkan umat tentang wabah ini.

Dia juga meminta para imam, biarawati dan biarawan yang kembali ke Beijing dari luar kota untuk mengisolasi diri selama 14 hari. Mereka diminta menghindari angkutan umum.

Sejumlah kota di China telah mengumumkan larangan untuk bepergian bagi warganya, demikian menurut laporan media.

Pada 30 Januari, Organisasi Kesehatan Dunia mengumumkan wabah virus corona sebagai darurat kesehatan global.

Sementara itu, Vatikan telah memberi perhatian serius pada masalah ini.

Kantor Amal Tahta Suci mengirim sekitar 700.000 masker ke Cina, di tengah adanya laporan bahwa toko-toko dan fasilitas medis telah kehabisan masker untuk memenuhi permintaan dari populasi yang mencapai 1,38 miliar orang.

Virus itu telah menewaskan 426 orang. Angka terbaru menunjukkan bahwa 20.626 terinfeksi.