Ini Kronologi Aksi Penghadangan Renovasi Gereja di Karimun

Gereja Paroki Santo Joseph di Karimun yang pembangunannya ditolak sekelompok warga. (Foto: Batamnews.co.id)

Katoliknews.com – Upaya Paroki St Joseph Tanjung Balai Karimun, Keuskupan Pangkalpinang untuk memulai proses renovasi total gereja mereka gagal dilakukan, setelah pada Kamis, 6 Februari 2020, sekelompok massa berupaya menghadang.

Mereka mendatangi lokasi ketika pihak gereja sedang melakukan pembongkaran bangunan gereja yang sudah mulai keropos termakan usia.

Pastor Paroki, Romo Kristiono Wododo Pr dan dua panitia pembangunan gereja pun sempat diamankan di Polres Karimun.

Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Pangkalpinang, Romo Agustinus Dwi Pramodo mengatakan ketiganya telah kembali pada Kamis malam.

Seperti dikutip Tempo.co, ia menjelaskan, berdasarkan data yang dihimpun oleh tim pencari dan analisis Gerakan Masyarakat Indonesia Melawan Intoleransi (Gemayomi), pembongkaran gereja oleh panitia pembangunan dimulai pukul 09.00 WIB.

Baru berjalan 30 menit, ada lima polisi yang datang dan meminta pembongkaran dihentikan dengan alasan menjaga kondusivitas. Namun pembongkaran tetap dilakukan.

Sekitar pukul 13.55 WIB, massa yang menolak mulai berkumpul dan mengerubungi gereja. Kondisi mulai memanas saat memasuki pukul 14.28 WIB.

Massa yang berkerumun menggoncang pagar dan melontarkan caci maki.

Sekitar pukul 15.15 WIB, polisi membawa satu orang panitia ke Polres Karimun.

Romo Kristiono lalu meminta jaminan keamanan terhadap panitia tersebut. Tak lama, ia juga mengajak satu panitia pembangunan gereja lainnya untuk ikut ke Polres.

Di Polres Karimun, ketiganya diperiksa secara terpisah. Telepon genggam salah satu panitia sempat disita oleh polisi.

Sekitar pukul 15.15 WIB, polisi membawa satu orang panitia ke Polres Karimun. Romo Paroki lalu meminta jaminan keamanan terhadap panitia tersebut. Tak lama, ia juga mengajak satu panitia pembangunan gereja lainnya untuk ikut ke Polres.

Di Polres Karimun, ketiganya diperiksa secara terpisah. Telepon genggam salah satu panitia sempat disita oleh polisi.

Saat ketiganya masih berada di Polres, ada sejumlah massa yang berunjuk rasa di sana. Polisi lalu mempertemukan pihak gereja dengan perwakilan demonstran.

Suasana mereda setelah Romo Paroki bertemu dengan Bupati dan Kapolres. Sekitar pukul 20.26 WIB, ketiganya baru kembali ke gereja.

Polemik pembangunan gereja ini telah bergulir sejak 2013. Aksi massa juga sempat terjadi saat peletakan batu pertama renovasi gereja tersebut pada 25 Oktober 2019.

Kini IMB gereja ini sedang digugat di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).