Katoliknews.com  Media sosial menjadi heboh dengan berbedarnya sebuah foto poster tentang seseorang yang mengaku sebagai mualaf dan mantan pastor.

Tak hanya itu, di poster itu, ia juga mengklaim lulusan S3 Vatikan.

Klaim tersebut menjadi perbincangan hangat beberapa hari terakhir, baik di Facebook maupun Twitter.

Di Twitter, bahkan topik S3 Vatikan masuk ke jajaran topik terpopuler.

Dalam poster yang beredar itu, tampak foto seorang ustaz yang disebut bernama Bangun Samudra.

Beredar informasi bahwa, Bangun Samudra memang sebelumnya Katolik dan sempat mengenyam pendidikan di SMA Seminari di Garum, Blitar.

“Bangun Samudra sekolah di Seminari Menengah Garum tidak sampai selesai. Putus sekolah kelas satu SMA seminari,” demikian informasi sumber Katoliknews.com.

Hal tersebut juga diungkap Romo Jost Koko di akun Twitter-nya.

“Knp umat beragama disini mudah sekali dibohongi? Contoh jelas: Dia pernah di Seminari Garum-Blitar (SMA) & hanya 1 tahun artinya tdk lulus! Stlh mualaf, tahu2 muncul sbg ustad & mengaku mantan pastor (pastor genius lulusan S3 Vatikan) Anehnya ribuan org lgsg percaya bgitu saja,” tulisnya.

Banyak netizen yang mempertanyakan terkait gelar S3 Vatikan dan menjadikannya sebagai bahan candaan.

“Perkara lulusan S3 Vatikan, ijinkan saya meminta maaf atas kebodohan beberapa saudara seiman saya . Perkara pindah agama, itu urusan pribadi masing-masing-masing, tapi menjelek-jelekkan agama sebelumnya itu sungguh tak perlu,” tulis salah seorang pengguna Twitter.

Merespon hangatnya pembicaraan soal ini, Sekretaris Eksekutif Komisi Kerasulan Awam KWI, Romo Paulus Christian Siswantoko mengatakan tidaklah mudah untuk mencapai gelar S3 di bidang teologi dari Vatikan, jika itu yang dimaksud dengan sebutan S3 Vatikan.

“Pastor atau suster mesti diseleksi dan diutus oleh lembaga keuskupan untuk belajar Ilmu teologi di Vatikan,” katanya, seperti dilansir CNN Indonesia.