Pastor Joseph Hoang Trong Huu (tengah) bersama dua imam lain sebelum memulai menjalankan pelayanan pastoral dan kesehatan di Komunitas Son Loi, 16 Februari. (Foto: UCA News)

Katoliknews.comSeorang imam di Vietnam memilih melayani warga yang dikarantina karena wabah virus corona.

Pastor Joseph Hoang Trong Huu yang berusia 35 tahun memberikan pelayanan pastoral dan kesehatan untuk anak-anak di Ngoc Bao dan Ba ​​Cau, Komunitas Son Loid, Provinsi Vinh Phuc sejak 16 Februari.

Pemerintah mengkarantina 10,600 warga di dua daerah itu selama 20 hari sejak 13 Februari karena kekhawatiran akan penyebaran virus Covid-19.

Lima warga di komunitas yang terletak 44 kilometer dari Hanoi itu telah terkonfirmasi terkena virus corona, demikian laporan UCA News.

Provinsi Vinh Phuc telah mengkonfirmasi 11 dari 16 kasus infeksi di Vietnam, termasuk bayi berusia tiga bulan.

Virus itu ‘hadir’ di provinsi itu setelah delapan pekerja wanita kembali dari kota Wuhan di Cina tengah, tempat virus itu pertama kali terdeteksi, pada 17 Januari.

Pastor Francis Xavier Nguyen Duc Dai, pastor di Huu Bang, mengatakan Pastor Huu, yang ditahbiskan Juni lalu, telah mengambil sabun, antiseptik, masker wajah dan obat-obatan untuk penduduk desa.

Pastor Huu, yang memiliki keterampilan di bidang kesehatan, mengatakan di Facebook bahwa penduduk setempat melindungi keluarga dan komunitas mereka dari virus mematikan itu dengan mengenakan masker dan mencuci tangan. Mereka masih bekerja di ladang dan beraktivitas sehari-hari seperti biasa.

Dia mengatakan petugas medis bekerja keras menawarkan layanan kesehatan dan informasi dasar tentang virus kepada keluarga-keluarga.

Imam itu mengatakan bahwa meskipun semua orang takut akan virus korona, warga,  termasuk kaum muda masih mengunjungi gereja dan berdoa.

“Saya berencana untuk menempatkan Sakramen Mahakudus di altar gereja sehingga orang-orang dapat menyembahnya dan mencari harapan ilahi,” katanya.

Pastor Huu menagajak orang-orang dari tempat lain untuk berdoa, memberikan dorongan semangat dan menawarkan bantuan medis kepada petugas kesehatan, pasien, dan orang-orang yang menderita sakit fisik dan mental.

Dia mengatakan warga lain harus bersimpati, berbagi dan berjalan bersama dengan orang yang dikarantina, dibanding menjauhkan diri dari mereka.

Imam itu, yang berasal dari Paroki Lai Te, mengatakan, semua orang di sana termasuk dirinya masih menghadapi risiko infeksi setiap saat.

Dia mengatakan pasien memiliki banyak harapan untuk sembuh dari penyakit tetapi perasaan dijauhkan, dikucilkan dan tidak dihargai sudah sangat tampak.

“Andalah yang akan menyembuhkan perasaan kami di sini,” tulis Pastor Huu di Facebook.

Dalam sebuah video Uskup Bac Ninh, Mgr Cosme Hoang Van Dat mendorong warga  mencegah infeksi corona dengan menerima saran dari petugas kesehatan.

“Saya setiap hari berdoa untuk Anda dan pasien di seluruh dunia,” kata Uskup Dat, sambil menambahkan bahwa keuskupan akan memberi mereka apa yang mereka butuhkan untuk mencegah wabah virus.

Uskup Yesuit itu mengatakan dia akan mengunjungi masyarakat ketika situasinya memungkinkan.

Vietnam telah mengkarantina ribuan warga yang kembali dari Tiongkok di kamp-kamp militer dan fasilitas sementara.

Covid-19 telah membunuh 2.011 orang dan menginfeksi 75.199, sebagian besar di Cina daratan, sementara 14.626 orang yang terinfeksi telah pulih.