Pastor Jesuit Indonesia Ditunjuk Paus Jadi Penasihat

Pastor Heru Prakosa, SJ, dosen di Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma ditunjuk Paus Fransiskus untuk menjadi penasehat Komisi Hubungan Agama dengan Muslim. (Foto: Ist)

Katoliknews.comPaus Fransiskus tidak hanya menunjuk Kardinal Ignatius Suharyo untuk menempati posisi baru sebagai pejabat di Vatikan.

Paus asal Argentina itu juga menunjuk seorang imam Jesuit, Pastor Heru Prakosa SJ menjadi penasihat untuk Komisi untuk Hubungan Agama dengan Muslim, yang berada di bawah Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama.

Hal itu diumumkan Vatikan dalam sebuah pernyataan resmi, Jumat, 21 Februari 2020.

Dalam pernyataan itu, disebutkan bahwa Pastor Heru selama ini menjadi penasihat untuk dialog dengan Islam di Sekretariat Ekumenisme dan Dialog Antaragama para Yesuit.  Selain itu, ia juga menjadi pengajar di Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Menuruti situs resmi Universitas Sanata Dharma, Pastor Heru menamatkan studi filsafat di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara dan teologi di Universitas Sanata Dharma.


Ia menempuh studi lanjut “Religious Studies” di Oxford University, Inggris (M.St., 2000-2001),  “Arabic Literature” di St. Joseph University, Beirut, Libanon, (2001-2002) dan “Arabic and Islamic Studies” di “Pontifical Institute for Arabic and Islamic Studies”, Roma, Italia, (Licensiat, 1995-1998; Doktorat, 2002-2006).

Sejumlah mata kuliah yang diampunya antara lain Filsafat Islam, Dialog Agama

Soteriologi Agama-agama Non-Kristiani, Alam Pikir Buddha, Alam Pikir Hindu, Kristologi Kontekstual, Islamologi dan Misi dan Dialog.

BACA JUGA: Paus Fransiskus Tunjuk Kardinal Suharyo Jadi Anggota Kongregasi Evangelisasi Bangsa-bangsa

Selain Pastor Heru, konsultan lain yang ditunjuk Paus Fransiskus untuk posisi yang sama adalah Pastor Sac. Joseph Olawale Ogundipe dari Keuskupan Oyo (Nigeria); Pastor Laurent Basanese SJ dari Prancis yang selama ini menjadi Direktur direktur Pusat Studi Antaragama Universitas Kepausan Gregorian di Roma; Dr. Martino Ten, peneliti Bahasa dan Sastra Arab di Universitas Katolik Hati Kudus Milan dan direktur ilmiah Yayasan Oasis Internasional (Italia); Timo Guzelmansur, direktur Christlich-Islamische Begegnungs-und Dokumentationsstelle CIBEDO dari Frankfurt (Republik Federal Jerman); dan Gabriel Said Reynold S, Profesor Studi Islam dan Teologi di Universitas Notre Dame (Amerika Serikat).

Di Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama sudah ada imam lain asal Indonesia, yakni Pastor Markus Solo Kewuta, SVD, yang berasal dari Flores. Sejak ditunjuk Tahta Suci pada 2015, ia menangani Desk Islam di Asia dan Pasifik.