Ada Virus Corona, Pemerintah Flores Timur Tetap Buka Pintu Bagi Wisatawan yang Akan Ikut Semana Santa

Suasana prosesi laut pada Semana Santa di Larantuka, Flores Timur. (Foto: Ist)

Katoliknews.comAntonius Gege Hadjon, Bupati Flores Timur, Nusa Tenggara Timur menyatakan, merebaknya kasus virus corona tidak akan mengganggu pelaksanaan prosesi berusia ratusan tahun bagi umat Katolik di Larantuka, yang dikenal dengan Semana Santa.

“Semana Santa tetap berjalan seperti biasanya. Kami yakin bahwa ancaman bahaya virus corona tak akan membuat para peziarah dari berbagai negara di belahan dunia membatalkan niat mereka untuk datang ke Larantuka,” katanya di Kupang, seperti dilansir Antara, Kamis, 5 Maret 2020.

Antonius lanjut mengatakan, pihaknya telah mengantisipasi dengan cara berkoordinasi pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kupang agar memantau dan mengecek wisatawan khususnya dari luar NTT yang masuk ke Larantuka.

“Kita dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan KKP dan instansi terkait untuk membicarakan hal ini, mengingat saat Semana Santa nanti peziarah membludak di Kota Larantuka,” tambahnya.

Antonius sependapat dengan Gubernur NTT Viktor B Laiskodat, yang mengatakan agar Pemda tidak melarang wisatawan berkunjung ke NTT, sebab pemerintah pusat sudah mempunyai prosedur tersendiri dalam penanganan masalah virus corona.


Di samping, kata dia, juga sudah ada prosedur-prosedur yang selalu dijalankan oleh KKP guna mencegah masuknya virus mematikan itu.

“Menurut saya, tidak perlu pimpinan daerah di NTT menolak kedatangan wisatawan karena pasti sudah ada proses pemeriksaan yang dilakukan petugas kesehatan dan pemerintah pusat,” ujar Antonius.

“Kunjungan wisatawan sangat diperlukan karena kedatangan wisatawan akan menambah pendapatan bagi daerah dan masyarakat,” pungkasnya.

Semana Santa dilakukan selama tujuh hari berturut-turut oleh umat Katolik di Larantuka, Flores Timur.

Kata Semana Santa berasal dari Bahasa Portugis. Semana berarti ‘pekan’ atau ‘minggu’, dan santa yang berarti ‘suci’.

Pekan Semana Santa dimulai dari Minggu Palma, Rabu Abu, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci hingga perayaan Minggu Paskah.

Prosesi penting selama Semana Santa yang pertama ialah berdoa dan menyucikan jiwa di kapel saat Rabu Trewa. Kemudian pada hari Kamis Putih ada ritual Tikam Turo, yaitu meletakkan lilin di sepanjang jalan sejauh 7 kilometer.

Di hari yang sama, umat Katolik memandikan Patung Bunda Maria, yang juga disebut patung Bunda Tuan Ma, yang disimpan di Kapel Tuan Ma.

Keesokan harinya saat Jumat Agung, ada ritual Sesta Vera, ketika patung Yesus Kristus dibawa diarak lewat laut dan diletakkan di samping Patung Bunda Maria.

Setelahnya, ada Sabtu Santo dan Minggu Paskah sebagai puncak Semana Santa.